Cara Mudah Menulis

Mungkin sebagian besar orang tidak tertarik menulis karena susah untuk memulainya. Padahal cara paling sederhana belajar menulis itu justeru dari memulainya. Dan cara paling mudah untuk memulainya adalah menuliskan apa saja yang Anda pikirkan.

Tiga tips yang paling sederhana dari Kuntowijoyo dalam hal menulis adalah: Pertama, Menulis, Kedua Menulis, dan yang Ketiga Menulis.

Sama seperti tips yang diberikan William Zinsser, “Anda belajar menulis dengan menulis.”

Lantas dimana sulitnya? Untuk memulai menulis itu ya dengan menulis, bukan dengan yang lainnya. Apalagi menghabiskan banyak waktu hanya untuk menunggu inspirasi.

Berbagai saran tentang menulis bisa saja menjadi motivasi untuk menulis, misalnya memulai menulis dari apa yang dialami, paling tidak dituliskan seakan-akan sedang bercerita.

Atau juga menulis tentang hal yang paling dekat dengan diri kita sendiri, seperti misalnya menceritakan pengalaman saat sakit, dan bagaimana ceritanya sehingga bisa sembuh. Itu sebuah pengalaman yang sangat sederhana dan mudah untuk dituliskan.

“Tulislah sesuatu yang layak dibaca atau lakukan sesuatu yang layak ditulis.” Itu yang dikatakan Benjamin Franklin tentang memulai untuk menulis. Dan apa yang dikatakan Benjamin tersebut hampir sama dengan pernyataan diatas.

Lantas dimana sulitnya untuk menulis? Yang sulit dalam menulis itu Anda tidak termotivasi untuk menulis, dan takut salah, juga karena perasaan minder.

Cara paling efektif untuk belajar untuk menulis itu mengalahkan kemalasan untuk memulainya, karena musuh terbesar penulis itu kemalasan.

Di zaman digital saat ini, media untuk menulis itu lebih praktis, cukup dengan menggunakan ‘handphone’ Anda bisa menulis dimana saja. Tidak perlu harus menenteng buku tulis atau laptop kemana-mana.

Seorang Robert Louis Stevenson pada zamannya harus selalu membawa dua buku di sakunya, satu buku untuk dibaca, satu buku lagi untuk menulis. Seperti yang dikatakannya:

“Saya selalu menyimpan dua buku di saku, satu untuk dibaca, satu untuk menulis.”

Dimasa kini, cukup dengan handphone dua hal ini sudah tercakup didalamnya. Butuh bacaan tinggal di browsing bacaan apa yang dibutuhkan, untuk menulis tinggal buka aplikasi menulis yang ada di handphone. Praktis bukan?

Bagi yang menjadikan menulis sebagai ‘Habit’ waktu dan tempat tidak menjadi halangan baginya untuk menulis. Dimana saja, kapan saja baginya bisa dimanfaatkan untuk menulis. Apa saja bisa dijadikan bahan tulisannya, dan apa yang dituliskannya pun menjadi bacaan yang mengasyikkan.

Dimasa lalu, sambil shooting sinetron stripping saya masih bisa posting di Kompasiana setiap hari. Minimal dua artikel harus saya posting, bahkan kadang dalam satu hari bisa empat artikel bisa diposting.

Sekarang memang saya sudah tidak seproduktif dulu, satu tahun yang lalu saya masih aktif menulis webnovel, satu hari bisa dua Bab untuk satu judul. Sementara saya menyiapkan dua cerita di satu webnovel. Dan itupun masih diselingi dengan posting artikel di Kompasiana.

Memang suatu pekerjaan yang menjadi passion itu pastinya sangat mengasyikkan, dan sesuatu yang mengasyikkan itu tidak akan menjadi beban dalam mengerjakannya.

Ayolah tidak ada yang sulit kalau sudah dimulai, begitu luas lautan kata-kata yang bisa Anda jadikan untuk memulainya. Ketika Anda sudah memulainya, akan sulit untuk menghentikannya, kecuali Anda bosan.

“Mulailah menulis, apapun yang terjadi. Air tidak mengalir sampai keran dihidupkan. ”Louis L’Amour

Ajinatha

Tinggalkan Balasan

2 komentar