CITA-CITA TAK SESUAI HARAPANN

Terbaru491 Dilihat

(Dosen Pembimbing : Bapak Thamrin Dahlan,SKM,M.Si)
NAMA : ANANDA AVANTIKA
NIM : 21062
KELAS 1B TINGKATAN 1 ANGKATAN 28 AKPER 2021
TEMA : CITA-CITA
SUBTEMA : CITA-CITA TAK SESUAI HARAPAN

 

Nama ku ANANDA AVANTIKA, asalku dari PAPUA KAB. JAYAPURA
Saya lahir di Sentani,30 juni 2000. Kini sekarang aku tinggal di JAKARTA TIMUR Kec.CIPAYUNG, Kel.SETU Jln. Siung no 32 A. Aku memiliki sebua cita-cita yg tak sesuai harapan. Mengapa kusebut demikian Karen a ketika saya masi duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) saya berharap ketika lulus nanti bisa menjadi seorang yang ahli di bidang kesenian,karena hamper semua hal yang menyangkut dengan seni bisa saya lakukan dan juga senang melakukan. Usai suda waktu pembelajaran di tingkat (SMA). Tertujulah harapanku dengan cita-cita yang ku harapkan,namn seketika hatiku merasa gelisah dan bngung akan pilihan di antara mengikuti kata harapan atau melapangkan dada untuk menerima keputusan keluarga ku,termasuk Almarhumah ibuku . Diriku menginginkan menjadi seorang ahli dalam bidang kesenian namun di sisi lain keluarga ku meyuruhku untuk menjadi seorang perawat termasuk Almarhumah ibu ku .Akhirnya aku memutuskan menghentikan harapanku dan melanjutkan keinginan keluargaku keinginanku dan cit-cita ku menjadi seorang Perawat. Setelah ku pelajari dan ku mendalami pemahaman tentang seorang perawat akhirnya aku menjadikanya sebagai cita-cita yang baru bagiku dan tanpa rasa terpaksa 98% berjalan dengan lancer setelah mengenali dan memahami ternyata seorang perawat begitu besar memiliki rasa tanggung jawab ke 2 nyawa manusia memang hidup dan mati bukanlah di tangan manusia, tetapi setidaknya ada usah yang dilakukan. Dan akhirnya 100% niatku menjadi seorang perawat telah berhasil kini tinggal diriku yang memahami, mempelajari, dan mendalami tentang seorang perawat,dari tugas,sampai tujuan.kini diriku yakin bahwa dengan masuk dan belajar di AKADEMIK KEPERAWATAN POLRI insyaallah saya bisa mewujutkan cita-cita ku dan mimpi Almarhumah ibuku.menjadi seorang perawat, dan putus untuk mendalami ilmu di bidang seni namun bakat yang ku miliki sdh terlahir dengan sendirinya.
Jadi cita-cita itu bukanlah hanyalah hoby semata namun cita-cita juga bisa dijadikan teman sebuah hobby. Bisa saja seandainya Allah telah memberikanku cita-cita untuk menjadi seorang perawat,maka selain perawat di sela hoby ku ku bisa juga belajar tentang seni.Apapun yang nanti di berikan Tuhan Yang Maha Esa itulah sebuah takdir yang harus di jalani dengan tidak boleh sombong,angkuh,ibaratnya rendah hati.
Jadi kesimpulanya cita-cita itu bukan hanya di ambil melalui hoby saja ,melainkan bisa di ambil dari sebuah harapan setiap orang masing masing.
“DON,T EVER SAY FALLING ON THE ASPHALT IS NOT AS BEAUTIFUL AS FALLING IN LOVE, BUT THINK TODAY MAYBE I FELL ON THE ASPHALT BUT TOMORROW I WILL FALL IN SUCCESS”
“ Jagan pernah berkata jatuh di aspal tak seindah jatuh cinta,tapi berfikirlah hari ini mungkin aku jatuh di aspal namun esok hari aku akan jatuh dalam kesuksesan

Tinggalkan Balasan