“Aku tidak tahu dimana ujung perjalanan ini, aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi, selama aku mampu, mimpi-mimpi kita adalah prioritas“. (Fiersa Bessari) Balutan udara terlalu luas untuk diterjemahkan, karena ia Selengkapnya
Penulis: Maesaroh
Gadis Kecil dalam Kubangan Lumpur
Semerbak dingin menguasai pagi, sang fajar menyingsing membawa matahari, seolah menata hari dengan keceriaan yang mempesona. Kelopak mata dengan sorotan tajam si gadis mungil, seolah membentangkan keceriaan pada hatinya yang Selengkapnya
Elegi Sang Guru Honorer
Bulir-bulir air hujan, deras berlomba melukis hawa dingin yang tajam. Dingin yang merasuk membawa volume perasaan amat resah. Gelombang suara sungai Ciberang keras berdentum membungkus keheningan di pagi hari. “Pa, Selengkapnya
Sang Penghuni Huntara
Riak hujan mengantarkan pagi yang gemetar, dalam dingin yang rindang terdengar celoteh tangis memecah keheningan. “Ea…eaa…eaa” tangisan si bayi merah yang baru berumur 2 minggu. “Si cantik umi, pinter ya, Selengkapnya
Sang Helikopter Penyelamat
“Ya Allah Pa, mana kemaren mamah belanja banyak buat jualan di curug, hujannya malah gak berhenti dari semalam” ujar Bi Uar pada suaminya. “Ya bisa buat lusa mah, belum di Selengkapnya
Perjalanan Paling Terjal
Rinai Hujan yang bercucuran semalaman, menjadikan pagi begitu senyap. Desiran angin mengantarkan hawa dingin yang menusuk tulang. “Ajun bangun! Kebiasaan udah solat subuh suka tidur lagi” ujar ibuku. “Apa sih Selengkapnya
Tahun Baru Yang Mendebarkan
“Rafi ayo bangun, solat subuh dulu!” ujar Bi Heni membangunkan putra sulungnya yang duduk di kelas 1 SMP. “Masih ngantuk Mak!” balasnya. “Anak santri gak boleh malas solatnya.” Timpal ibunya. Selengkapnya
Pagi yang Resah
Rintihan panjang suara hujan, menyibak kegelisahan pada pagi yang tak dibersamai matahari. Hujan itu seperti cucuran air mata dari langit yang membentangkan kesedihan. Menari keras di atap rumah warga. “Pa, Selengkapnya
Harapan yang hanyut dalam arus panjang
Hujan yang berkawan dalam dingin, menembus batas pagi dan menyembunyikan matahari. Pagi itu suasana tak se-elok biasanya. Tiada lagi embun yang menggumpal pada lengkung dedaunan, melainkan guyuran amat deras menghujani Selengkapnya
Malaikat Kecil dalam Palung Keabadian
“Mah, dede mau mandi” celoteh si kecil yang menggemaskan. “Masih pagi ganteng, dingiiin” Sahut ibunya yang sedang memasak nasi goreng. “Tapi dede pengen anter teteh sekolah Mah” balasnya. “Mandinya pake Selengkapnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


