Kala Resah Melanda Oleh Nina Sulistiati Semburat merah jingga terlukis di ujung senja mengisahkan asa yang berbalut lara nan nestapa Perjalanan hidup yang tak berarah, lelah membelenggu rasa di tiap Selengkapnya
Penulis: Nina Sulistiati
Puisi 23 Perempuan di Garis Depan
Perempuan di Garis Depan Nina Sulistiati “Langkah agresif musuh membuat kami lebih bersatu.” Tak ada lagi bedak, gincu untuk kemayu Tiada jerit manja memuja cinta Lemah gemulai kini berganti gerak Selengkapnya
Puisi 22 Serenada Sang Pencinta
SERENADA SANG PENCINTA Oleh Nina Sulistiati Rinduku berlagu di relung kalbu Ketika malam hening kulabuhkan hati Kala resah mengusik, gundah Bersimpuh dalam munajat cinta Ya Rohman, ya Rohim Hadir-Mu meredamkan Selengkapnya
Puisi 21 Menyapa Senja
Menyapa Senja Nina Sulistiati Senja menyapa tanpa lembayung jingga Kelam, diiringi rinai hujan pelan-pelan Ada rasa gundah menyapa asa Akankah luka tertepis dari kalbu Semua kisah berawal di sini Kala Selengkapnya
Puisi 20 Rindu Rasul
Rindu Rasul Nina Sulistiati Semusim tak terasa berlalu Rangkaian kisah menghadirkan lara Aku kini terjatuh dalam lubang rindu Membelenggu erat di jiwa Ingin kutemui cintamu dalam desahan napas terpatri dalam Selengkapnya
Puisi 19 Pengabdian Suci
Pengabdian Suci Nina Sulistiati Dinding-dinding kusam bertulis kisah Kadang bahagia ditemani tawa ceria Tak sedikit lara berurai air mata Hadirku bersama asa nan membara Perjalanan waktu bergulir tak jemu Mengalir Selengkapnya
Puisi 18 Perempuan dan Jelaga
Perempuan dan Jelaga Nina Sulistiati Tertatih menepis serpihan debu yang melakat erat Bermain dalam jelaga yang hitam kelam sedangkan asa hanya tergantung di awang-awang sulit diraih dalam genggaman Dicobanya berdamai Selengkapnya
Puisi 17 Monolog Hati
Monolog Hati Nina Sulistiati Waktu bergulir detik demi detik tak terhenti menuliskan lelakon dengan aneka skenario Kalbu yang melukiskan aneka rasa tentang resah yang berhasil kubaca Kini aku menari dalam Selengkapnya
Puisi 16 Gadis Berpayung Jingga
Gadis Berpayung Jingga Nina Sulistiati Termangu di sudut gerbang parkiran Tubuhnya kerap menggigil Senyumnya hadir di sela bibir kebiruan bulir-bulir air mengaliri sekujur tubuhnya Digenggamnya payung jingga Tatapnya penuh harap Selengkapnya
Puisi 15 Kasih Ibu
Kasih Ibu Nina Sulistiati Aku kini sudah tak muda lagi Yang tersisa hanya tubuh renta tak berdaya Namun semangatku tetap membara bersama asa dan cita yang selalu menyala Kasihku tak Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


