JEJAK RINDU Nina Sulistiati Kupandangi jingga dengan binar asa yang membara Ingin kutitipkan rindu, membelenggu pada langit senja perlahan rasa menyusuri malam merayap dalam harap yang tak terhenti Rindu ini Selengkapnya
Penulis: Nina Sulistiati
Puisi 13 Ode Buat Bunda
Ode Buat Bunda Oleh Nina Sulistiati Kini kurangkaikan kisah tentangmu tentang tebaran kasih tak berbatas darimu tentang asa membalut rasaku tentang rindu yang mengganggu kalbu Senyum lembut mu meyembunyikan lara Selengkapnya
Puisi Hari ke-12 Ketika Ku Bersujud
Ketika Ku Bersujud Nina Sulistiati Ketika ku bersujud dalam hening malam Dalam lorong relung kalbu yang terdalam Kisah lara dan nestapa bersemayam beraneka rasa menggulung, mencengkram Aku hanyalah sebutir debu Selengkapnya
Puisi Munajat Cinta
Munajat Cinta Nina Sulistiati Hampa membelit rasa Ruang hati sepi tak bertepi Kusimpan rindu yang mengisi kalbu Membias, lepas, tak berarah Di antara masa yang panjang dan melelahkan Rinduku pada-Mu Selengkapnya
Puisi 11 Ketika Ajal Menjemput
Ketika Ajal Menjemput Nina Sulistiati Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku? Satu helaan napas, terhempas, terkulai lemas semesta menyambut jiwa yang meregang tak ada yang tahu berapa lagikah waktu Selengkapnya
Puisi 10 Aku Tak Bisa Bilang Apa-Apa
Aku Tak Bisa Bilang Apa-Apa Nina Sulistiati Aku tak bisa bilang apa-apa Ketika seorang ibu berkisah duka Tentang sulitnya menghadirkan asa Demi sebuah hidup bersahaja Karena pundi rupiah hanya sedikit Selengkapnya
Puisi 9 Balada Pengamen Jalanan
Balada Pengamen Jalanan Nina Sulistiati Mungil, kumal dan berdebu Jemari kecilmu lincah memetik dawai Dendangkan lagu merdu merayu Berkisah lagu rindu dan cinta Senyummu tak pernah pudar Berhias asa, terukir Selengkapnya
Puisi 7 Rinduku
Rinduku Nina Sulistiati Kusapa rinduku dalam hening malam Mengisahkan tentang rasa Yang menghimpit, membelenggu kalbu Merangkai kata penuh asa Yang tergantung di antara awan kelabu Rinduku bukanlah sebatas angan Yang Selengkapnya
Puisi 6 Wanita di Ujung Malam
Wanita di Ujung Malam Nina Sulistiati Kristal bening jatuh satu-satu Bersimpuh, berkubang lara Luka yang telah menganga Kini memborok, hitam Bayangan kelam di sekujur tubuh Melekat pekat, erat Gambaran kisah Selengkapnya
Puisi 5: Cermin
Cermin Nina Sulistiati Bayangan hitam, pekat, kelam Hadir dengan jumawa Terbalut keangkuhan jiwa Asing tak dikenal siapa-siapa Sementara hati tak sama dengan raga Rapuh, remuk, hancur tak berdaya Tak ada Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 3
- 4
- 5
- 6
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


