Aku akan bahagia dengan melihatmu bahagia Aku akan tersiksa melihatmu dalam duka Aku akan berusaha menciptakan surga untukmu Aku dan Air mata Cinta tak harus memiliki Ada ketulusan dalam Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Merah”
Aku ingin hidupku berwarna ceria walaupun duka mendalam ada didalamnya aku Ingin hariku penuh warna aku dan Merah lihatlah mereka bermandi warna ada merah ada ceria adakah hitam terselip Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Tanya”
Sejuta aksara penuhi pikiran namun kata tak terucapkan Seribu kalimat merangkai rasa namun rasa tak terluahkan Hanya ada diam memagut ragu Aku dan Tanya Netraku menatap penjuru namun tak Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi” Aku, Sayang dan Takut.”
Sayang Sangking sayang ku berikan hatiku yang rapuh kepadamu Sepenuh hati-hati tak berbagi untuk yang lain Takut sangking takut Aku berdoa kau adalah belahan jiwaku Tulang rusukmu yang hilang adalah Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi ” Aku dan Bunda”
Senyum menyejukkan terhias manis dibibirnya Ucapan sarat makna keluar dari mulutmu Kami sama – sama pencipta surga dalam waktu yang berbeda Aku dan Bunda Seribu kata bermakna satu hanya Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Dilema”
Tatap netra merah tanda aku marah Tapi hatiku mendayu ingin memaafkan khilapmu Hatiku teriris pilu karena sikapmu Aku dan Dilema Ku tatang penuh dirimu Meletakkan seribu harapan pada tuan Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Kata”
Setiap kata mengandung makna berbeda Kata bukan pisau tapi tajamnya melebihi pisau Kata tersulam indah bagi penyair Kata menusuk dalam bak pedang bagi pendusta Kata berkias sukar dimaknai Kata Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “PERTIWIKU BERDUKA”
Tentang hutanmu terbakar tangan jahil Mancis-mancis sang pembakar terus bersembunyi Lautmu terjual di loak-loak serakah Tapi pertiwiku ringkih bertahan Berharap ada harapan Pertiwiku menangis menyulam airmata duka Duka berakar Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “SUDAH HABISKAH WAKTUKU?”
Aku saksikan begitu banyak berguguran Aku dengarkan begitu banyak rintihan Aku rasakan begitu banyak kesedihan Tapi aku hanya bisa terdiam Aku hanya mampu membisu Sudah habiskah waktuku? Ragaku terus Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Cahaya 1”
Tak selalu menerangi, kadang silaumu menggelapkan Tak selalu memberi, kadang arahmu menyesatkan Tak selalu ada di sini, terkadang cahayamu menjauhkam Aku dan Cahaya Putihmu kadang membuat aku melupakan ada Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










