Langkahku terus ke depan, menapak asa menuju ke tempat tujuan Sesekali aku memandang ke belakang Senyumku terukir jika mengenang segala kemesraan yang ada Sesekali aku meneteskan air mata ketika mengenang Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Sang Waktu”
Detik terus berlalu Datangnya menit tak menunggu waktu Bergantinya hari menuju minggu Tak terasa bulanpun berlalu Aku masih termangu Waktu terbawa angin Banyak waktuku yang berlalu Aku tertinggal oleh Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Merdeka (End)”
Kencang suaraku mengucapkan salam, dari dalam aku mendengar suara Emak yang menjawab. Tentu saja Abah masih di luar menjajakan rezeki kami. “Ganti baju, dan segera makan. Sudah sholatkan?” selalu saja Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen ” Merdeka (1)”
Meriah, pernak pernik hari kemerdekaan sudah berjejer di jalan – jalan, penjaja bendera merah putih kebanjiran rezeki, senyum Emak dan Abah merekah. Sejak sebulan lalu, Emah dan Abah membuka simpanan Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “RAHASIA DIA (5)”
Aku menyegerakan doa, bang Ilham masih tetap pada tempatnya berdiri memperhatikan diriku. “Ain baik – baik saja.” Ada gurat ke kwatiran dalam ucapannya. Aku menelisik wajah Bang Ilham, menganggukkan kepala Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen RAHASIA DIA (4)”
Tidakkah suamiku tahu bahwa apa yang baru saja diucapkannya membuat luka tak berbekas pada tubuhku tapi luka yang tidak akan pernah hilang dari hatiku. Netraku memanas, tidak ada lisan Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “RAHASIA DIA (3)”
Aku berusaha menahan emosi mungkin saja suamiku sedang menghadapi masalah di kantornya, berusaha meraih tangannya untuk aku cium tanda hikmat bakti seorang istri, tapi tanganku ditepisnya dan dirinya berjalan menuju Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen ” RAHASIA DIA (2)”
Bunyi lonceng panjang tanda usai sudah pelajaran hari ini, melihat mereka bersorak seperti ada yag mengiris hati, mereka seakan lega jika sudah mendengar bel tanda pulang. Selama Sembilan puluh menit Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “RAHASIA DIA (1)”
Azan subuh berkumandang, kebiasan dari kecil membuatku tidak bisa bermalas – malasan di tempat tidur, walaupun kantuk masih berat menyerang. Merenggangkan otot yang masih terasa kaku, setengah nyawaku masih di Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “”Seonggok Daging Bernama Hati (End)”
Aku berusaha meraih badan Intan, tapi tanganku ditepis Intan, “Intan mau istirahat, Abang pulang saja. Jangan buat Ayah dan Ibu curiga. Intan mengatakan Abang lagi dinar luar, kenapa malah kemari.” Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











