Sesuatu yang bening belum tentu jernih, sesuatu yang berdebu belum tentu kotor. Aku memadangnya dengan netra yang lelah, sudah beberapa kali aku melihatnnya, entah permainan takdir seperti apa yang Allah Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Mentari Pagi (end)
Senja datang kembali, Bang Rustam belum juga pulang. Sementara anak keduaku sudah sejak dari pagi kesehatan semakin menurun, tidak ada yang biasa aku lakukan selain membalur seluruh tubuhnya dengan minyak Selengkapnya
Mentari Pagi
Netraku perih, tidur tidak pulasku ada sejuta resah melanda hidupku akhir – akhirnya semua rasanya seperti dari jatuh dari langit menimpa kepalaku semuanya. Ya Allah jika rasa cintamu yang besar Selengkapnya
Kenapa Harus Aku
Hari ini Nyakbaye ingin nulis pentrigrap dulu, semoga berkenan membacanya. Aku hanya mampu menundukkan kepala, rasanya aku sudah muak dengan semua ini. Sumpah serapah hanya bisa aku laungkan di dadaku, Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Nasi Sudah Jadi Bubur
Nasi sudah jadi bubur, mungkin semua orang familiar dengan pribahasa ini tapi apakah kita benar – benar merasa sudah seperti apa yang dimaksud dengan pribahasa itu tentu hanya kita yang Selengkapnya
Tentang Rasa
Netraku tertumpu pada gelas yang jelas penuh, karena tidak ada niat sedikit aku untuk meminum airnya. Khayalanku berkelana ke negeri antah brantah, pikiranku kacau sejak pertemuan yang tidak aku inginkan, Selengkapnya
Janji Malam
Hening Damai Tak ada suara Hanya cahaya rembulan menyambangi bumi Hatiku Hatimu Ada dua hati yang menyatu Dalam pekatnya malam beradu dalam janji Satu Hidupku Hidupmu Bersatu dalam Selengkapnya
Merinding
Langkahku terhenti, suasana sepi membuatku mendengarkan suara yang aneh – aneh saja. sejak masuk ke rumah ini aku belum pernah merasakan hal seperti ini, tiba – tiba bulu romaku tegak. Selengkapnya
Kenangan Biar Bersamaku
Langkahku terus ke depan, menapak asa menuju ke tempat tujuan Sesekali aku memandang ke belakang Senyumku terukir jika mengenang segala kemesraan yang ada Sesekali aku meneteskan air mata ketika mengenang Selengkapnya
Putih Abu – abunya Kamal (1)
Pagi ini dengan tergesa – gesa aku melangkah ke sekolah, jam pelajaran pertama dengan Bu Mar membuat aku sedikit cemas, sebagai ketua kelompok tentu aku akan di tanya bagaimana perkembangan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








