Dani masih saja manja, padahal sudah tidak panas lagi. aku melirik jam dinding sudah lewat pukul dua puluh satu, apakah aku harus menginap lagi, Dani bagaikan anak kanguru yang menempel Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Jalan Cintaku (2)
Dalam tidurku sepertinya aku mendengar ada yang mengetuk pintu rumah kami, aku mendengar suara langkah ayah yang menuju pintu depan rumah kami, aku memandang sepintas ke arah jam dinding di Selengkapnya
Jalan Cintaku (1)
Senyum manisnya membuatku jatuh cinta, sesekali dia berlari kearahku. Lucu mau menganggu tapi tidak mau diganggu, netraku terus mengawasinya. Teriakan kecil lucu mengusik kalbuku membuatku semakin cinta kepadanya. Sudah beberapa Selengkapnya
Resah (2)
“Papa mau menikah lagi tapi sinta dan adikku sinta tidak suka dengan calon Papa, dandannya norak belum lagi jika tidak ada Papa tingkahnya sok ngatur – ngatur. Tidak ada pintar Selengkapnya
Resah (1)
Tidak ada yang terjadi, sudah beberapa hari ini dadaku bergemuruh. Instingku berkata ada yang tidak beres tapi aku tidak tahu apa itu. seperti biasa aku melakukan rutinitasku dengan biasa saja Selengkapnya
Salam Mimpi (part 4)
Aku berkutat di dapur membuat nasi goreng pedas sesuai permintaanya, setengah selesai aku membuat nasi goreng dengan toping telur mata sapi setengah matang kesukaan Bang Andra ada juga timun dan Selengkapnya
Salam Mimpi (part 3)
“Ain bau, belum mandi.” ujarku sebelum Bang Andra membuka mulutnya. Terdengar jelas, hembusan napas jengkel dari mulut Bang Andra. “Ain sengaja menjaga jarak dengan Abang?” ucapnya tidak jelas “Abang Selengkapnya
Salam Mimpi (part 2)
Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh ketika kami sampai di rumah, aku membawa semua barang ke dapur, tanpa menganti baju lagi aku mulai mengeksekusi untuk makan siang. “Bunda kita jadikan kerumah Selengkapnya
Salam Mimpi (part awal)
Hamparan hijau membentang, merpati saling berkejar. Aku menikmati pemandangan indah di depanku dengan senyum tersunging manis di bibir. Semua menyejukkan netraku, binar bahagia tidak hanya di mata tapi seluruh jiwa Selengkapnya
Kenangan Biar Bersamaku
Langkahku terus ke depan, menapak asa menuju ke tempat tujuan Sesekali aku memandang ke belakang Senyumku terukir jika mengenang segala kemesraan yang ada Sesekali aku meneteskan air mata ketika mengenang Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.



