Tanpa bertanya kepadaku, dimana rumahku Aditya langsung saja membelokkan arah motor dari costal area kembali ke jalan A. Yani melewati puakang dan belok dipasar Maimun dan lurus ke arah Meral. Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Seindah Pelangi (7)
Aku melepaskan sedotan dari mulutku, mataku ku arahkan ke wajah Aditya. Ternyata Aditya sedang memandang wajahku, agak risih aku dibuatnya. “ Aditya jangan bergurau seperti itu, Aisyah tidak suka mendengarnya. Selengkapnya
Seindah Pelangi (6)
Aku hanya merasa kami punya hobi yang sama tentang lingkungan sejalan dengan pekerjaan kami mengurus lingkungnan. Apakah aku memberikan sinyal yang salah sehingga Aditya mengira aku memberikan sinyal – sinyal Selengkapnya
Seindah Pelangi (5)
“ Assalamualaikum, kalau tidak mau bicara tidak usah menelepon.” Kalimat itu yang ku ucapkan pas mengangkat telephone dari Aditya. “ Walaikumsalam, ku dengar suara Aditya dari seberang sana,” “ Alhamdulillah Selengkapnya
Seindah Pelangi (4)
“ Mengapa tertawa Aisyah,” aku mendengar pertanyaan dari Aditya. Aku tidak menyangka Aditya mendengar tawaku di seberang sana. “ Maaf, “ kataku. “ Aisyah hanya merasa lucu saja, “ Aditya Selengkapnya
Seindah Pelangi (3)
“ Walaikumsalam, maaf. Sewaktu membaca pesan pertama dari Aditya, kapal sudah berjalan dan hilang sinyal. Sesampai di rumah, Asiyah langsung bersih – bersih dan sholat, karena kepenatan Aisyah langsung tidur. Selengkapnya
Seindah Pelangi (2)
Aku langsung menelepon ibu, “ Assalamualaikum, Aisyah sudah dikapal bu, kapal sudah jalan 10 menit yang lalu,” aku menjelaskan kepada ibu. “ Alhamdulillah, jam 18.20 ibu akan meminta adikmu untuk Selengkapnya
Seindah Pelangi (part 1)
Jam tanganku sudah menunjukkan jam 19.45, sudah 45 menit Aditya terlambat dari jam yang sudah kami sepakati bersama. Ini bukan yang pertama kalinya buat Aditya melanggar janjinya kepadaku. Untung saja Selengkapnya
Ada Sesuatu (part akhir)
Nada notifikasi gawaiku berbunyi berarti ada chat yang masuk. “Faiz ada di depan pintu rumah Ais.” Chat dari Faiz Tok … tok …tok pintu kamarku diketok “Ais ada Faiz tu Selengkapnya
Ada Sesuatu (part 2)
Aku masih menunggu motor Faiz lewat, tapi sampai jam segini aku belum melihat bayangannya. Dengan malas aku terpaksa menyetop oplet yang lewat daripada aku terlambat datang ke sekolah. Aku masih Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











