Tidurku terganggu oleh azan shubuh yang berkumandang, aku mengeliatkan badan sebelum bangun. Mataku tertuju pada sosok yang berada disebelahku, untung saja aku tidak terpekik karena kesadaranku datang bahwa sejak semalam Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Tanya (part 1)
Tandus, kering kerontang tak ada yang tumbuh di sana hanya perasaan gersang yang selalu ada di antara hubungan kami. Aku setia dengan kehidupanku sementera dia yang bergelar suamiku juga dengan Selengkapnya
Jantungku (part 1)
Degup jantungku berpacu dengan melodi music yang sengaja ku setel besar, tidak pernah aku mendengarkan music sekeras ini. Tapi saat ini aku membutuhkanya, menyamarkan dkegup jantung yang entah mengapa berpacu Selengkapnya
Ternyata Sudah Tua.(part akhir)
Sudah hampir sepurnama Bang Iwan tidak pulang, sort masangge servis terakhir yang aku terima 2 minggu yang lalu. “Abang tugas luar kota selama 1 bulan.” Hanya itu membuat hatiku terus Selengkapnya
Ternyata Sudah Tua.(Part awal)
Dedaun hijau akan hilang warnanya menjadi kuning kering, kelopak bunga mulai berguguran tanda bunga dah mulai lagi. Uban mulai bermunculan, bila tersenyum sudah Nampak kerut dipinggir bibir walaupun masih terpancar Selengkapnya
Ku Buang Asa (part 2)
Dua minggu sudah berlalu, aku tidak mendengar kabar dari yang namanya Indra. Tiba – tiba hari ini aku mendapatkan telephone dari nomor tidak di kenal. Untuk telephone pada jam Selengkapnya
Ku Buang Asa (part 1)
Langit mendung, aku masih tetap berjalan biar hujan membasahi badanku. Badan yang lelah, raga yang resah, jiwa yang meronta akan segala penderitaan ini. Aku tidak mendengarkan panggilan namaku yang Selengkapnya
Lupa Posting
Lupa, benar – bernar lupa untuk memprosting. Menulis tentuya menjadi sesuatu yang membuat diri merasa bisa berbicara dengan diri sendiri dan memberikan kesenangan tersendiri. Setiap tulisan memberikan kepuasan tersendiri tentunya. Selengkapnya
Jodohku, Dia (part 2)
Belum juga tepat pukul 2 Indra sudah nongkrong di depan kantorku, untung aku sudah mengantisifasinya. Dengan muka cemberut aku masuk ke dalam mobil Indra dan membanting pintunya “Marah?” tanyanya “Tidak.” Selengkapnya
Jodohku, Dia (part 2)
Belum juga tepat pukul 2 Indra sudah nongkrong di depan kantorku, untung aku sudah mengantisifasinya. Dengan muka cemberut aku masuk ke dalam mobil Indra dan membanting pintunya “Marah?” tanyanya “Tidak.” Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.






