Ada yang mengelitik hati kecilku, sudah lama aku tidak pernah mengatakan tidak bisa. Entah karena apa kata itu dengan mudahnya timbul di permukaan dan akhirnya aku sesali. Tapi mau apalagi, Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 17)
Sudah 2 minggu aku di rumah sakit. Lima hari di ruang ICU. Ibu dan paman sudah selamat dikebumikan, Hari ini aku sudah boleh pulang. Hidupku terasa kosong. Aku tidak menggingat Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 16)
Hari yang kutunggu akhirnya tiba. Dari tadi pagi di rumah sudah riuh-rendah dengan gelak tawa sanak saudara yang datang untuk menghadiri acara pertunanganku. Beberapa ibu – ibu yang kebetulan teman Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 15)
Orang bilang hasil tidak akan mengkhianati usaha. Sekarang aku merasakannya. Mendekati Cahaya dengan segenap jiwa dan akhirnya Cahaya akan menjadi milikku. Pagi ini sekali lagi berkat usaha membujuk Cahaya akhirnya Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 14)
Belum juga 5 jam aku mengantar Cahaya pulang ke rumahnya, rasa rindu sudah merayapi hatiku. Aku memegang handphoneku, telepon tidak, telepon tidak, kataku dalam hati. Ingin menelepon tapi malu, malu Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 13)
Hari ini aku sudah berjanji kepada Cahaya untuk mencari cincin pertunangan kami di toko mas langganan ibu. “ Ibu saja yang memilihkan cincin untuk Cahaya” kataku “ Biar saja Cahaya Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 12)
Andi mengomeli diriku dengan mulut penuh nasi “ Kamu itu kalau pacaran ingat Ibu, udah tahu Ibu sakit bukannya jaga Ibu malah pacaran” aku hanya memandang Andi dengan senyam – Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 11)
Membukaan pintu buat Cahaya, melihat dia sepertinya malu ketika aku membukaan pintu untuknya.Aku tetap di samping pintu setelah menutup pintunya. Cahaya terus saja berjalan menuju pintu rumahnya, setelah sampai Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 10)
Selesai makan siang, Cahaya membersihkan meja makan dan membawa piring kotor yang kami pakai ke dapur. Aku menyusul Cahaya ke dapur, aku melihat Cahaya lagi mencuci piring, aku memperhatikan punggung Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 9)
“ Lihat taman itu, Cahaya suka bunga? Nanti Cahaya yang akan mengurusnya.” Sesampainya dirumah, sambil melewati taman bunga di depan rumahku. Ibu dengan bangganya memamerkan taman bunganya. Cahaya mengarahkan padangan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.





