Pukul sudah menunjukkan angka 11.50 sebentar lagi aku akan menepati janjiku untuk makan siang dengan Indra, sebelum lagi aku berdiri dari kursi tempat dudukku, handphoneku berbunyi, meraihnya dan melihat siapa Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Awal Derita Ku (part 5)
Tok ..tok…tok pintu ruangan ku di ketok, Masuk. Pintu terbuka aku melihat office boy kantor disana, sambil mengangguk meminta izin untuk masuk, aku mengangguk member izin untuknya masuk. “ Bu Selengkapnya
Awal Derita Ku (part 4)
Sudah sepekan pertanyaan ibu tidak bisa aku jawab, persoalan jodoh bukannya aku tidak mau tapi karena alasan yang mungkin menurut orang lain hanya di buat – buat. Banyak orang yang Selengkapnya
Awal Derita Ku (part 3)
Pandangan mata karyawan yang memandangku tidak aku pedulikan, aku tahu mereka pasti bertanya, tumben bu Cahaya terlambat tidak seperti biasanya. Aku melangkah menuju ruanganku tanpa berbasa – basi dengan karyawan Selengkapnya
Awal Deritaku (part 2)
Itu 10 tahun yang lalu, sekarang aku manajer pada salah satu perusahaan ternama dikota tempat aku bekerja. Aku merasa biasa saja tapi tatapan dari teman sekantor serta kata mereka aku Selengkapnya
Awal Deritaku (part 1)
Klise sebenarnya, disaat seseorang mencintaimu, ia tak harus mengatakannya. Kau akan tahu dari cara ia memperlakukanmu. Namaku Cahaya Permata Bunda, sebenarnya aku tidak suka dengan nama pemberian orang tuaku yang Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part akhir)
“Kamu lagi ngapain Din, mana bibik? “Bibik pulang Yah.” “Kok pulang, pekerjaannya kenapa kamu yang melakukannya?” “Ayah kenapa udah pulang? Aku bertanya lagi kepada Ayah “Mobil Ayah mogok, jadi Ayah Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part 4)
“Alhamdulillah, usaha kita baik – baik saja sekarang Ayah sudah punya orang kepercayaan sehingga Ayah tidak perlu sering – sering melihatnya. Ayah hanya fokus dengan usaha kita disini saja.” ucapan Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part 3)
“Masak sih, sini ibu coba.” Ibu masih berusaha mencari alasan, padahal selama ini Aku yang membuatkan kopi susu untuk Ayah tetapi selalu Ibu yang mendapatkan pujian. “Mungkin karena Ibu kangen Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part 2)
Pukul sudah menunjukkan angka 2.30 sore aku baru menyuci dan mengepel rumah, aku masih harus memasak untuk makan sore. Melangkah lemah menuju dapur mengambil nasi bungkus yang ku simpan. Membukanya Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.





