“Kasian ya, cantik – cantik tapi sering di tinggal.” Suara tetangga yang mengatai aku “Masih juga dimasjid sudah mengibah.” Batinku Untuk mengusir rasa kecewaku, aku meringankan kaki untuk sholat magrib Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Madunya Cinta (Part 1)
Cantik, manis, macam istilah orang sekarang. Bukan aku mau menyombongkan diri tapi aku hanya mengatakan apa yang orang kata kepadaku mengenai diriku. Kadang aku tersenyum geli , bagaimana tidak, aku Selengkapnya
Andai Saja, Aku Bisa.(Part Akhir)
Aku menatap netranya dengan netraku yang mengandung amarah yang sudah diujung ubun-ubun. Aku menepis tangannya, “Apa… Aku yang harus menceritakan bagaimana Abang sudah ada pengantiku.” Suaraku meninggi keras tidak lagi Selengkapnya
Andai Saja, Aku Bisa!(part 1)
Rindu….rinduku berlumut karena kau jarang menyiramnya dengan kasih sayangmu. Rinduku berkalang tanah, membeku dan akhirnya menjadi batu. Kau lihat batu karang di pantai, dia ada tapi hanya sesekali ombak datang Selengkapnya
Hatiku, Batu.(Part Akhir)
Semua menganggap aku salah, wanita yang tidak bisa memberikan keturunan masih banyak tingkah. Sudah tidak bekerja mengantungkan diri pada suami seharusnya memberikan hak suami untuk melanjutkan garis keturunannya. Tajam sangat Selengkapnya
Hatiku, Batu.(Part 1)
Jangan biarkan hatiku yang retan ini tertusuk duri mu kembali, biarkan dekapanmu itu mengusir rasa dingin yang selama ini menyelimuti seluruh harapanku. Ucapku hanya bagai angin lalu bagimu, buktinya kau Selengkapnya
Apakah Aku Wanita dalam Al-qur’an (Part akhir)
Mengucapkan salam sambil melangkah menuju ruanganku, beberapa pasang mata terpaku memandangku curiga, aku mengacuhkan mereka terus melangkah menuju ruanganku tentunya, sudah hampir 5 tahun aku tempati ruangan ini. Setelah meletakkan Selengkapnya
Apakah Aku Wanita dalam Al-qur’an (Part Awal)
Aku galau, fikiranku kalut bayangan dalam cermin yang ku pandang saat ini sangat seksi, lihat saja belahan dada dari bajuku menonjolkan gundukkan gunung yang sepertinya malu – malu tapi mau Selengkapnya
Hitam Pekat (Part 2)
Netraku membulat tak percaya, inikah tempat berlindung kawanku dari panasnya siang dan dinginnya malam yang katanya dunia seakan menjadi miliknya dengan tinggal di dalamnya. Aku memandang sekitar, seakan tak percaya, Selengkapnya
Hitam Pekat (Part 1)
Bertekut lutut, aku terpaksa melakukanya. Begitu hina, aku sungguh tak berguna, aku manusia yang seharusnya bertekuk lutut hanya pada yang Maha Kuasa tapi saat ini aku terpaksa, sangat terpaksa melakukannya. Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











