Kepalaku terasa berat, sudah beberapa hari ini aku merasakan meriang yang membuat semua kerja ototku agak terganggu. Menjadi abdi negera bukan berarti bisa duduk tenang menunggu gaji keluar di awal Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Hadiah Kehidupan
Hening malam menambah volume aduanku kepada – Nya, sesak dada ini sedikit berkurang semoga besok lebih baik lagi. Kantuk masih mengelayut di mataku tapi jika aku bermalas – malasan maka Selengkapnya
Hard Love
Jika ada yang bertanya kenapa masih bertahan, mungkin sampai saat ini Aku tidak bisa menjawabnya. Mungkin semua yang pernah mengalami hal sama dengankupun tidak akan bisa menjawab. Kerutaan di dahiku Selengkapnya
Aishiteru Yo (End)
Pertemuan kami selalu secara tidak sengaja, seperti pagi ini, aku melepas resahku dengan berjalan santai menyambut hari ahad sejenak menghilangkan kepenatan dari mengajar selama sepekan. Langkahku terhalang oleh kakak beradik Selengkapnya
Aishiteru Yo (1)
Air yang membasahi wajahku memberikan rasa segar yang tak terhingga, sesak yang menyelimuti diri seketika lenyap ketika aku mengambil air wudhu. Selesai sudah doa berwudhu aku melangkahkan kaki menuju mushola Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (end)
“Yah, sebenarnya Dinda ini anak Ayah dan Ibu atau tidak?” “Kenapa Dinda bertanya begitu?” Aku terdiam seribu bahasa, aku takut jika Ibu tahu pasti aku dimarahi habis – habisan dan Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (3)
“Alhamdulillah, usaha kita baik – baik saja sekarang Ayah sudah punya orang kepercayaan sehingga Ayah tidak perlu sering – sering melihatnya. Ayah hanya fokus dengan usaha kita disini saja.” ucapan Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (2)
Karena terlalu penat, akhirnya aku tertidur dibuaian yang berada diteras rumah. Sentuhan lembut di kepalaku membuatku terbangun. “Ayah sudah pula” belum selesai perkataanku aku mendengar “Ayah sudah pulang, dinda main Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (1)
Terkukung di antara diding empat segi, mungkin hanya beberapa orang yang merasakannya. Aku ada di dalamnya, duniaku sempit dan sangat menyiksa. Aku mendengar suara dan melihat cahaya di celah – Selengkapnya
Pelangi Setelah Hujan (End)
Entahlah aku hatiku masih belum bisa melupakan apa yang pernah terjadi dulu, waktu belum cukup lama untuk menghapus semua luka yang masih mengeluarkan darah. “Abang dan Ara tidak akan pernah Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












