Sebenarnya awak tidak menuntut benar mendapat warisan dari mak dan bapak. Namun bersebab ingin membuktikan kepada anak cucu kelak di kemudian hari awak terimalah warisan. Warisan itu terletak di tanah Selengkapnya
Penulis: Thamrin Dahlan
Sepupu Kental
Sepupu Kental Bisa jadi hubungan persaudaraan awak dengan Irul termasuk unik dan langka. Betapa tidak ayah dan ibu kami saling kakak beradik. Artinya awak dan Irul mempunyai Datuk dan Selengkapnya
Mahasiswa Bermutu
Bagaimana perasaan ini tidak terharu ketika hadir di kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Terbayang kembali ingatan 30 tahun lalu. 2 tahun awak kuliah disini ternyata waktu begitu Selengkapnya
Aura(t)
Antara Aura dan Aura(t) Beda huruf T, tetapi makna antara kata Aura dan Aurat sungguh sangat berbeda sekali bak langit dan bumi. Adanya perbedaan enerji, Aura adalah enerji positif sedangkan Selengkapnya
Ibu Pertiwi Terisak Tangis
Puisi Thamrin Dahlan Ibu Pertiwi Terisak Tangis Pagi ini ibu pertiwi masih menangis ‘ntah apakah ibu Negara juga turut menangis Ibu pertiwi sudah lama,seperti juga Ibu Kartini ya sudah Selengkapnya
Jangan Lupa Memberi Hadiah Untuk Diri Sendiri
Jangan Lupa Memberi Hadiah Untuk Diri Sendiri Catatan Thamrin Dahlan. Bicara tentang semangat tentu bukan soal berolahraga saja apalagi ketika bertanding. Semangat wajib tertanam dalam diri pada pekerjaan seharian. Semangat Selengkapnya
Bakso Kuah Air Hujan
Ahad, 6 Desember kembali hujan. Untunglah sudah main tennis satu setengah set. Lumayan berkeringat sesusai motto olahraga men sana in corpore sana. Dalam badan yang kuat terdapat jiwa sehat. Memang Selengkapnya
Hari Pertama Sekolah
Pengalaman ketika masuk sekolah rakyat (SR) tahun 1958. Umur enam tahun didandani baju kodok oleh emak dan tak bersepatu. Baju kodok adalah baju terusan, celana dan baju jadi satu, ada Selengkapnya
Sumpah Setia
Pantun Setia Dikutip dari Buku Kumpulan Pantun Kreasi Thamrin Dahlan Mari tamasya ke taman ria Ajak juga komunitas lansia Keluarga rukun dan bahagia Langgeng karena sumpah setia Brunai Selengkapnya
Pejuang Literasi
Karya Thamrin Dahlan Gerimis basah menitik dedaunan Segan melangkah hari lah petang Masih disanakah wahai teman Seolah menanti nan tak kunjung dating Dari hulu berjalan ke sawah Jalan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- …
- 170
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












