KMAC. 11. Menjadi Guru Yang Menginspirasi
Penulis : Theresia Martini, S.Ag., M.M
Berikut saya tampilkan syarat-syarat yang harus dipersiapkan sedini mungkin, apabila bercita-cita menjadi seeorang guru, diantaranya adalah memiliki ijazah keguruan, sehat jasmani rohani, mampu besikap adil, terbuka, bijaksana, bersikap sabar, selalu mau untuk belajar, memahami karakter siswa, dsb.
Diantara syarat yang disebutkan di atas, tidak disinggung syarat tentang kecantikan atau kegantengan seseorang sebagai calon guru. Jika hal tersebut menjadi salah satu syarat, tentu saja penulis tidak dapat memenuhinya. Karena pada kenyataannyaa, penulis memang memiliki wajah di bawah rata-rata kecantikan alias sama sekali tidak cantik dan bahkan sangat jauh dari kata cantik.
Meskipun tidak memiliki wajah yang cantik, Puji Tuhan penulis telah memenuhi beberapa syarat lainnya, sehingga dinyatakan layak menjadi seorang guru, meskipun hingga saat ini belum dapat dikatakan sebagai guru yang memiliki pribadi yang menarik dan dapat menginspirasi anak didik sehingga layak mendapat predikat sebagai guru favorit.
Siapakah guru?
Bagi penulis, guru merupakan sosok yang berjasa, setelah kedua orangtua yang telah melahirkan, merawat, dan mendampingi sepanjang masa hidup kita. Sosok guru telah mengubah lebel kasta sudra yang dulu melekat pada diri penulis dan akhirnya lambat laun terkikis.
Sosok guru telah membuat penulis menjadi naik kelas dalam kehidupan di tengah masyarakat. Bagi penulis sosok guru, sebagai “Pelita Penerang Dalam Gulita.”
Seperti syair yang tertuang pada lagu anak-anak dan sering kita dengar untuk dinyanyikan setiap peringatan hari guru. Syair yang begitu menyentuh relung jiwa, terkadang tanpa dipinta membuat bulir bening yang terbendung di netra memaksa diri untuk jatuh bergulir.
Kita semua tahu, tugas seorang guru tidak semata-mata mengajar dan mendidik di lingkungan formal saja, tetapi juga menanamkan segala ilmu pengetahuan terkait dengan sikap-sikap yang bermanfaat di tengah masyarakat dan kehidupan bersama. Predikat guru, seakan merupakan paket lengkap yang tanpa noda.
Sosok guru yang melekat segala tugas dan perannya, bukanlah merupakan perkara mudah untuk dilaksanakan, karena jika kita sadari bahwa guru juga manusia yang tidak sempurna.
Namun semua konsekuensi tersebut, tetap harus disadari dan jadikan sumber semangat bagi para guru. Status sebagai tenaga profesional yang dimiliki seorang guru, jelas berbeda dengan tenaga profesional lainnya.
Karena yang dihadapi guru, bukan angka-angka dan benda mati lainnya. melainkan seorang pribadi yang sama persis dengan dirinya sendiri.
Dan inilah yang selalu menjadi REM PENGENDALI di saat penulis menemukan kendala dalam proses mendidik dan mengajar di sekolah, terutama terhadap anak didik yang kurang memiliki motivasi untuk belajar.
Penulis merasa bangga memiliki tugas mulia ini, meski terseok-seok berupaya mengumpulkan remahan harapan yang tercecer pada kebijakan yang terus berubah dengan sejuta dalil kemajuan dan kepentingan pendidikan, seperti yang selama ini sering simpang siur terdengar.
Mendengar dan melaksanakan setiap kebijakan adalah keputusan yang bijak, menurut penulis. Karena di balik aturan-aturan yang diberikan oleh pemerintah, pada dasarnya memiliki tujuan baik.
Meski terkadang aturan tersebut terbaca sebagai omong kosong setelah sampai dan menginjakkan kakinya di lapangan yang sesungguhnya.
Tidak sedikit teriakan demi teriakan yang tertahan mencoba menjalankan setiap perubahan kebijakan. Dan akhirnya menjadi tangisan yang meradang di sudut hati para guru.
Penulis sendiri bersikap sangat terbuka pada setiap kebijakan dikeluarkan oleh pemerintah, karena secara sederhana penulis berpikir bahwa semua diupayakan sesungguhnya bertujuan “Baik”.
Baik yang bagaimana? Tergantung dari problem yang ditemukan dari setiap kebijakan yang berjalan.
Masalah seputar pendidikan tentu saja tidak dapat dilepaskan dari masalah sosial ekonomi di masyarakat. Karena label kesempurnaan pribadi sebagai seorang guru, begitu melekat maka untuk menghibur diri dan menguatkan diri, penulis hanya mampu melakukan refleksi diri untuk menjawab sebuah tantangan; “Mau Berhenti Bertindak atau Terus Bergerak dan Mengalir demi Perkembangan Diri?”
Hal inilah yang membuat penulis terus menggantungkan mimpi-mimpinya di sudut runcing bintang yang gemerlap indah, dengan selalu bersikap terbuka terhadap perkembangan demi peningkatan kualitas diri.
Dengan bermodalkan semangat dan harapan yang tak pernah putus, penulis ingin memotivasi diri sendiri dan juga rekan guru agar tetap semangat menjadi seorang guru yang menginspirasi bagi anak didiknya.
Guru yang menginspirasi, seperti apa ya?
Siapapun orangnya, sangat mendamba menjadi guru yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik, bagi orangtua peserta didik, bagi semua rekan guru, dan bahkan bagi setiap orang yang dijumpai.
Memberikan senyum termanis dan berdandan rapi serta memakai aksesori mahal untuk melengkapi penampilan diri, bagi penulis bukanlah kata kunci menjadi guru yang dapat menginspirasi. Walaupun hal tersebut menjadi salah satu pendukungnya.
Dari pengalaman yang diperoleh penulis semasa menjadi pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT), banyak pengalaman yang menarik dan membekas bagi penulis.
Banyak cerita dan pengalaman menarik yang terjadi pada masa-masa bersama para guru dan dosen favoritnya. Tanpa disadari penulis, pribadi para guru tersebut telah menjadi inspirator dan motivator bagi perjalanan karir penulis.
Menyadari hal tersebut, kembali memunculkan pertanyaan reflektif, “Mampukah penulis menjadi seorang inspirator dan motivator bagi anak didiknya saat ini?” Pertanyaan retoris yang butuh jawaban secara jujur dari dan oleh diri sendiri
Seorang guru yang hebat tak akan lahir, tanpa belajar untuk menjadi guru yang dapat menginspirasi.
Oleh sebab itu untuk menjadi guru hebat harus bertekad dan berupaya menjadi seorang inspirator bagi anak didiknya.
“Bagaimana menjadi guru yang menginspirasi?”
Silakan baca;
Guru yang Menginspirasi
Pangkalpinang, 21 Februari 2023









Semoga Ibu menjadi guru favorit bagi para murid. Eh, udah ya?
Salaman
Terima,kasih Mas Katedra, yang selalu memginspirasi saya menjadi sosok sederhana dan selalu rendah hati, yang senantiasa selalu mennsupport setiap sahabat menjadi lebih baik dan berkembang. Salam hormat dan terima kasih yang sedalam-dalamnya dari saya sebagai pengagum tulisan Mas Katedra yg penuh dg kebijakan hati
Tulisan yang keren dan menginspirasi
Teeima kasih, Bu Ana sudah berkenan hadir dan memberikan apresiasinya.
Salam hormat dan sayang selalu
wah mantap ini tulisannya