KMAC 23. Yuk, Bangkit Bersama

Pendidikan, YPTD429 Dilihat

KMAC 23. Yuk, Bangkit Bersama
Penulis : Theresia Martini, S.Ag., M.M

Lelahnya aktivitas hari ini, tidak menyurutkan penulis untuk menyelesaikan satu tulisan kemarin yang belum sempat di posting di YPTD.

Malam ini, penulis kembali mencoba menarikan jemari di atas keyboard laptop berwarna tosca yang begitu lembut.

Tersusun rapi tema-tema yang tersimpan di benak penulis dan ingin dituangkan satu persatu di layar monitor tentang profesi yang ditekuni penulis.

Satu tema yang ingin penulis tuangkan malam ini adalah tentang semangat guru yang harus melawan kemalasan dan ketidakpedulian.

Bangkit!!! Yah, guru harus segera bangkit di masa era merdeka belajar saat ini karena tuntutan dan tantangan dalam dunia pendidikan semakin kompleks dan beragam.

Guru dituntut untuk mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi, berjuang untuk beradaptasi dengan perubahan kebijakan sistem pendidikan dan juga tuntutan kompetensi agar  mampu memberikan pengalaman belajar yang inovatif dan relevan bagi peserta didik kita.

“Benar!!” Semakin terasa berat tuntutan guru masa kini, karena guru saat ini sangat diharapkan untuk membawa perubahan dan menciptakan berbagai inovasi di lingkungan sekolah, mulai dari penyusunan kurikulum hingga pengembangan sumber daya manusia di sekolah.

Saat ini guru dituntut bukan hanya sampai padaa menyampaikan materi pembelajaran, namun juga diharapkan dapat menjadi seorang fasilitator dalam proses pembelajaran, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, dan membangun hubungan yang baik bersama peserta didik.

Kenyataan yang ada di lapangan ternyata masih banyak diantara kita para guru merasa enggan melepaskan zona nyamannya dengan berbagai alasan, merasa enggan untuk mengikuti perkembangan terkini dalam dunia pendidikan.

Padahal tuntutan kepada guru di era merdeka belajar saat ini adalah harus mampu memberikan pengalaman belajar yang inovatif dan relevan bagi peserta didik di sekolah.

Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika para guru bangkit bersama dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah terkait dengan berbagai kebijakan yang dapat memberi rangsangan pengembangan kompetensi wajib bagi  seorang guru.

Pastinya akan tercipta generasi-generasi yang berkualitas yang memiliki kualifikasi pendidikan yang semakin menjadi lebih baik pula.

“Apakah mungkin mimpi itu akan terwujud jika tidak ada keberanian melepaskan keengganan kita untuk beradaptasi dan melakukan perubahan?”

Hanya diri penulis dan rekan-rekan yang mengetahui jawabannya, yang lain, nggak usah kepo ya, hehehe ….

Sebagai seorang manusia yang penuh dengan kelemahan, memiliki rasa enggan bergerak dan berjuang terkadang sangat sulit untuk kita kalahkan dalam diri kita, padahal kita menyadari sepenuhnya hal itu hanya menjadi penghalang utama kita

Sehingga akhirnya membuat kita “Hanya jalan di tempat” tidak memiliki kemajuan apapun, karena enggan dan tidak percaya diri telah membungkus dan menyelimuti semangat juang kita.

Di sini penulis mencoba menyampaikan sedikit tips yang mungkin dapat digunakan untuk menggunting dan menghancurkan selimut penghalang dalam diri kita. Tips-tips tersebut adalah:

  1. Melakukan pembelajaran mandiri
    Jika saja kita dapat melakukan pembelajaran mandiri dengan mencari berbagai referensi untuk meningkatkan kemampuan menggunakan perkembangan teknologi digital, sehingga nantinya mempermudah para guru melakukan tugas dan perannya.
  2. Membentuk kelompok belajar
    Belajar bisa bersama siapapun, kapanpun dan dimanapun. Demikian juga para guru dapat melakukannya dengan membentuk kelompok belajar bersama di satuan pendidikan bersama dengan rekan guru atau juga dapat dimungkinkan untuk belajar bersama peserta didik yang kita akui lebih melek teknologi dibanding para guru.
  3. Mengikuti pelatihan
    Mengikuti pelatihan secara mandiri juga sangat dimungkinkan oleh guru saat ini, melalui platform yang telah disediakan oleh pemerintah ataupun platform umum lainnya yang sangat memungkinkan guru untuk mengembangkan diri. Puji Tuhan, jika guru mendapat kesempatan mengikuti pelatihan atau workshop yang berkaitan dengan teknologi dan digital dalam pembelajaran secara khusus yyang dilakanakan oleh pemerintah.
  4. Menerapkan pembelajaran berbasis teknologi
    Menerapkan pembelajaran berbasis teknologi dalam proses pembelajaran, secara tidak langsung guru juga telah berupaya meningkatkan keterampilan teknologi dan digitalnya secara praktis.
  5. Minta bantuan dan bertanya
    Malu bertanya sesat di jalan, demikian satu nasihat lama yang sering kita dengar. Kita tidak perlu malu untuk bertanya dan meminta bantuan kepada rekan guru yang lebih mahir dalam teknologi dan digital. Minta mereka untuk memberikan bimbingan atau membantu dalam menggunakan teknologi dan digital dalam proses pembelajaran.

Semoga tips sederhana di atas dapat memberikan sedikit semangat untuk mengalahkan rasa enggan dan ketidakpercayaan diri dalam menghadapi era yang begitu pesat perkembangan teknologinya dan tidak mungkin terlepas dari dunia pendidikan.

Sebaliknya, jika kita para guru masih senang dan betah berada di zona nyaman dan enggan untuk melakukan perubahan maka kesempatan kita untuk menjadi guru berkualitas akan hilang demikian juga dengan relevansi kita dalam mengajar di kelas.

Keputusan keliru kita akan memberikan dampak dalam jangka panjang kepada anak didik yang selalu bercanda bersama kita.

Mereka akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan keterampilan dan pengetahuan diri dengan tuntutan zaman sehingga akan mempersulit mereka bersaing di dunia kerja nantinya.

Yuuuk, kita berkomitmen untuk terus belajar dan berkembang, serta berani bangkit untuk menghadapi berbagai perubahan di era merdeka belajar demi perkembangan bangsa dan negara yang sangat kita banggakan, seperti syair lagu yang sering kita nyanyikan dengan keharuan yang berjudul “Tanah Air”

“Tanahku yang kucintai, engkau kubanggakan”

 

Yogyakarta, 05 Maret 2023

Tinggalkan Balasan

1 komentar