Menulis di Blog Jadi Buku (#Day1)

Generasi Milenial dan Pancasila
Siapa generasi milenial ?
Saat ini kita sudah akrab dengan sebutan generasi milenial, generasi muda yang mengisi kehidupan bangsa saat ini. Saya lebih cenderung menyebut generasi milenial atau anak remaja. Saat ini generasi bangsa khususnya anak remaja menghadapi tantangan yang begitu berat. Bagaimana kecanggihan tekhnologi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi hal inilah yang memunculkan dampak positif dan negatif bagi pengguna kecanggihan tekhnologi itu sendiri.
Generasi milenial atau generasi yang selalu dikaitkan dengan teknologi yang serba digital dan modern. Memanfaatkan internet, generasi milineal mampu terus terhubung dengan dunia luar dan terlibat aktif di dalamnya. Generasi milineal ini lebih condong berperilaku dari apa yang dia lihat dari media sosial. Terkadang juga generasi milenial ini suka tontonan-tontonan drama korea yang terkadang menginspirasi bagaimana cara mereka berperilaku terkadang hal itu tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Banyak lagi ciri-ciri atau pola tingkah laku yang mencerminkan generasi milineal atau generasi muda. Kita mungkin pernah mendengar lirik lagu “darah muda darahnya para remaja yang selalu merasa gagah tak pernah mau mengalah, masa muda masa yang ber api-api yang maunya menang sendiri walau salah tak peduli. Biasanya para remaja berpikirnya sekali saja tanpa menghiraukan akibatnya”. lirik lagu legenda dangdut Indonesia H. Rhoma Irama ini mencerminkan seperti apa generasi muda.
Generasi bangsa Indonesia saat ini adalah generasi yang akan menggantikan para pemimpin bangsa dimasa depan. Jika generasi saat ini baik maka bangsa Indonesia dimasa depan akan di isi generasi yang baik pula. Begitu juga sebaliknya jika generasi muda saat ini berperilaku tidak baik, maka gambaran Indonesia dimasa depan akan dipimpin generasi yang tidak baik pula.
Pandangan generasi milenial terhadap pancasila
Permasalahan saat ini bagaimana generasi muda kita bisa mengenal pancasila dan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya. Suatu tantangan yang sangat berat sekali. Karena bicara pancasila terhadap generasi saat ini terasa kurang menarik bagi mereka. Mengharapkan generasi milenial menerapkan nilai-nilai pancasila suatu hal yang jauh panggang dari api.
Persoalan ini semakin kompleks dimana bangsa kita saat ini mengalami masa pendemi covid-19. Pendidikan karakter pancasila yang semestinya dapat di terima remaja dibangku sekolah saat ini terhalang dengan larangan belajar tatap muka. Memang belajar bisa dilakukan secara daring atau menggunakan ponsel namun ini dirasa kurang efektif. Karena bicara karakter pancasila memerlukan praktek langsung. Tidak bisa hanya teori.
Jadi kalau kita bicara nilai-nilai pancasila bagi generasi milenial kita akan mendapatkan hasil yang mengecewakan. Syukur-syukur mereka generasi muda masih hafal kelima sila pancasila. Namun saya pribadi sedikit pesimis dikarenakan aktif belajar disekolah saja belum tentu bisa melahirkan generasi-generasi yang faham dan mau menerapkan nilai-nilai pancasila apalagi situasi seperti ini.
Memperkenalkan Nilai-nilai Pancasila Kepada Generasi Milenial.
Pasrah dan membiarkan generasi bangsa berjalan dengan caranya sendiri bukanlah hal yang tepat. Banyak hal yang bisa kita lakukan butuh kerja keras untuk mengenalkan nilai-nilai pancasila kepada generasi muda.
- Memaksimalkan Guru PPKn
Guru PPKn sebagai guru yang mengajarkan langsung bagaimana sebenarnya pancasila itu ditengah kehidupan dan bagaimana menerapkan nilai-nilai pancasila. Sebaiknya bidang studi PPKn ini tidak di isi guru-guru yang bukan berlatar belakang pendidikan PPKn. Karena ada anggapan mengajar PPKn itu mudah padahal tidak segampang yang dilihat.
Memaksimalkan guru PPKn dengan memberi ruang yang cukup untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila ditengah-tengah peserta didik. Dan sebaiknya guru PPKn lebih banyak mengajarkan tentang moral dan mengajak peserta didik menjadi lebih baik.
Walaupun pada dasarnya PPKn mengajarkan bagaimana menjadi warga negara yang baik dengan berlandaskan pancasila sebagai pedomannya.
Karena pentingnya peranan guru PPKn ini maka dirasa perlu diadakan pelatihan khusus bagaimana cara-cara mengajarkan moral kepada peserta didik dengan efektif. Jika adanya keseragaman maka perubahan secara signifikan akan terjadi kepada seluruh peserta didik dari sabang sampai merauke.
- Perbanyak Konten Tontonan Tentang Nilai-Nilai Pancasila
Belakangan ini lagi musim munculnya youtuber-youtuber baru. Para pembuat konten video di media sosial youtube ini setiap harinya membuat video yang di upload di youtube dengan tujuan untuk memperoleh uang dari aplikasi youtube.
Mungkin para youtuber yang ada ini dirangkul pemerintah atau dinas terkait untuk menyalurkan hoby mereka dengan cara membuat konten film yang ada nilai-nilai kebaikan yang berlandaskan pancasila. Jika setiap hari konten youtuber dibanjiri konten positif yang memberi contoh bagaimana nilai-nilai pancasila dilakukan, mungkin dimasa yang akan datang akan muncul generasi-generasi yang tanpa kita sadari memiliki kepribadian yang baik.
- Peran Pemerintah
Selanjutnya yang memiliki peran dominan dalam mengenalkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi milenial adalah pemerintah. Sebaiknya pemerintah sudah memikirkan hal ini jauh-jauh hari sebelumnya. Karena apa yang terjadi kebobrokan moral dan kemerosotan etika yang kita lihat hari ini adalah produk dari bagaimana pemerintah mengenalkan nilai-nilai Pancasila dimasa lalu.
Banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah. Yang paling penting adalah langsung tepat sasaran bukan hanya sekedar seminar pelatihan yang tidak jelas prakteknya seperti apa. Mengundang orang yang tepat untuk dijadikan duta-duta Pancasila perlu di coba pemerintah. Dengan tujuan duta-duta pancasila tadi menyebarkan virus-virus kebaikan dari nilai-nilai pancasila.
***
Mudah-mudahan tulisan ini bisa menggugah pemikiran pemerintah sebagai pelaksana pemerintahan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik. Segalanya belum terlambat, seperti kata pepatah lebih baik terlambat dari pada tidak dimulai sama sekali.
Salam
Budi Idris, S.Pd
SMA Negeri 2 Kotapinang Kab. Labuhanbatu Selatan – Sumatera Utara


