SABA Day

Terbaru408 Dilihat

Pelukan SABA

Keraguan yang khas ketika pergantian Leader merupakan kerap terdengar dan menjadikan keunikan tersendiri, hal itu merupakan sangat manusiawi nyanyian kenyamanan hati tak berharap hilang rasa dan tak didapat kembali.

Dinamika itu saya anggap hanya bumbu penyedap saja. Tetapi, saya harus bisa meyakinkan bahwa kenyamanan akan dirasa kembali. Alhasil itu berwujud dan InshaAlloh saya berusaha menumbuhkan saling percaya diantara kita satu dengan lainya.

Bulan pertama sejak berlabuh di SABA tentu banyak mendapatkan energi positif, berupaya menyerap dan memahami situasi dan kondisi yang ada. Bagi saya SABA adalah ruang dan waktu penuh tantangan dan unik. Berharap meramu menjadi menu yang unik dengan yakin akan menghasilkan cita rasa prestasi yang unik pula.

Disatu waktu dibulan yang sama dikesempatan siang itu, saya beranjak menuju rumah Kasepuhan Pasireurih. Abah Aden. Disambut dengan keramahtamahan Kasepuhan merupakan energi positif. Disuguhkan pula dengan dimensi mozaik tata ruang khas Kasepuhan.

Rumah yang khas, lingkungan yang khas dirasa ada pada dimensi ruang yang berbeda. Nampak pula rumah panggung dilengkapi dengan buku-buku bacaan dikelola oleh Abah Maman dan pemuda lainya. Hal itu mencerminkan berliterasi sangat penting dimanapun berada menumbuhkembangkan pengetahuan mencerdaskan kehidupan bangsa, bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai luhur karsa dan rasa dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak hal yang kita bicarakan bersama Abah Aden. Sambutan hangat memberikan rasa nyaman sebagai bentuk jalinan Silaturahmi.

Mipit amit ngala menta, itulah peribahasa orangtua yang selalu ditanamkan dalam menjaga tatanan dan etika ketika kita berada disatu tempat baru atau memiliki tujuan, sehingga hal tersebut mempererat jalinan memberikan rasa nyaman dan aman. Bertandang ke rumah Abah merupakan bentuk etika yang saya lakukan untuk menumbuhkan nilai Silaturahmi.

Siang hari semilir hangat angin dari Gunung Bongkok mencitrakan kehangatan wilayah pegunungan. Kerap rehat sejenak di pelataran halaman belakang terasa cukup dekat dalam pandangan, wajah gunung yang mempesona.

Citra suasana itu banyak memberikan inspirasi, seakan dimensi itu menunjukan dan menuntun untuk mencipta karya bersama.

Bila teringat akan keraguan mereka yang disana atas apa yang dimiliki dalam diri, seakan mengisyaratkan bahwa mereka paling mampu diatas segala-galanya. Namun Sang Pencipta diri ini melindungi Karunia-Nya. Buktikan!…….buktikan diatas langit ada langit!…..jangan pernah menyerah. Itulah rontaan hati, betapa hinaan keraguan menjadikan semangat untuk memecahkan keraguan mereka.

Banyak momentum yang terlah terikhtiarkan dan terbuktikan, keraguan mereka terbantahkan namun pengakuan itu tak terlontarkan. Dasar munafik!.

Dibalik Gunung Bongkok lahir SABA, rumah kedua yang bergelora haus akan pembaharuan berikrar bersama kita mampu menggapainya. Waktu mengiringi mimpi kita bersama. SABA aku datang hadir mereka memeluku penuh dengan optimisme.

 

Salam literasi

#KMAA Day 9 YPTD

 

 

Tinggalkan Balasan