23.*Ayah, Elok Merindu*
_Elok_ _Dewi_
Tak terasa air mata menetes di pipiku
Air mata itu mengalir
Tak henti
Sambil ku menatap gambar ini
Gambar ini
Gambar seorang ayah
Menggendong anaknya
Yang sudah tidur
Gambar ini
Mengingatkan ku pada puluhan tahun yang lalu
Seakan gambar orang tua ini
Adalah gambar ayahku
Dan gambar anak kecil itu adalah gambarku
Aku begitu dekat dengan ayahku
Dari kecil hingga aku berkeluarga.
Ayah bersamaku.
Walau terkadang ayah juga bersama saudaraku
Ketika kecil aku selalu manja pada ayahku
Selalu dipangku dan di gendong
Malam harinya
Kami makan bersama keluarga
Bercanda bersama
Nonton bersama
Sampai diriku tertidur
Sebelum ayah kekamarnya
Ayah selalu mengangkatku ke kamar
Kadang memang aku tertidur
Kadang aku pura pura
Walau ketahuan sama ayah
Ayah tidak marah
Hanya tersenyum dan mencium dengan sayang diriku
Aku masih sering di gendong ayah.
Kadang aku sengaja tidur diluar
Menunggu ayah
Yang lagi lembur
Sampai kelas empat SD
Aku masih suka digendong
Ketika mulai memasuki kelas lima SD
Mama mulai memberikan pengertian padaku
Alhamdulillah aku mengerti.
Begitu indah masa kecilku.
Apa yanf dilakukan ayah padaku
Diwaktu aku kecil
Terjadi juga ketika ayah(ayah babe ) sudah tua dan sakit
Aku dan saudara
Atau bersama suamiku
Mengendong ayah
Untuk dimandikan
Mengendong ayah
Turun dari mobil
Tuk makan di Rumah makan
Atau ke pantai tuk minum kelapa muda
Babe, itu panggilan kesayamgan kami untuk mu
Ku rindu pada mu
Canda mu
Nasehatmu
Begitu ku rindu
Tapi semua kerinduanku
Kubalut dengan doa
Kutumpah kan diatas sajadah ku
Sepertiga malamku
Adalah saksinya
Betapa
Uraian air mata ini
Untaian doa ini
Pembalut rinduku padamu Be
Be, ku begitu menyayangimu
Tapi Allah lebih menyayangimu
Syurga Allah ku harapkan untuk mu, Be
Semoga Allah menempatkan mu di syurga
Insyaallah Aamiin
Yang merindukan mu, Be
Tampa batas waktu
*Elok* *Dewi* , *Padang*







