Memoria Sinergia

Wanita melamun
Sumber foto : id.depositphotos.com

…..
Aku telah terbiasa
Menikmati sapamu setiap pagi
Menghirup kesegaran udara
Mengawali aktifitas di tempat ini
Menyaksikan taplak baru setiap awal bulan
“Biar bersih bu, biar kita nyaman”
Menikmati wastafel terjaga bersih
Menikmati perkakas kita steril siap pakai
Menikmati menggulung kapas
Dengan segudang kisah yang terlontar
“Jadi, kemarin itu bu, ada ….. bla bla bla …..”
Menikmati kehebatan sandal jepit supermu
Menikmati setiap tugas lain yang diberikan

…..
Aku telah terbiasa menikmati kehadiranmu
Mengisi satu sisi dari ruang hidupku

…..
Dan kini
Aku harus membiasakan …..
Mendengar sunyi menyapaku setiap pagi
Mengupayakan ruang ini berudara segar sebelum beraktifitas
Menatap sendu taplak meja yang tak bergeming di tempatnya
“Aku selalu lupa membawanya pulang untuk dicuci”
Menikmati menyikat wastafel ini sendiri setiap hari
Menikmati mencuci dan menyeteril perkakas super kita
Menikmati menggulung kapas tanpa kisah
Menatap sendu sandal jepit yang tersimpan rapi di pojok
Menikmati setiap tugas lain yang diberikan
Di sela-sela kebiasaan baru yang harus kujalani sendiri
Walau kadang terselip iri
Melihat yang lain bisa berbagi tugas dengan teman sejawat

…..
Aku harus membiasakan
Hanya cukup menikmati bayang-bayangmu
Ketika rindu ini mengusik satu sisi hidupku

Maafkan aku
Tak sanggup menatap langsung matamu
Tak sanggup melihat dukamu
Tak sanggup menyaksikan nestapamu

Bagiku…..
Kau tetap seperti yang dulu
Yang selalu mewarnai satu sisi hidupku
Dan kujaga kenangan itu tetap seperti sediakala

( Menjalani tak semudah membayangkan )

 

Badas, 05012013
Written by Dewi Leyly

Tinggalkan Balasan

4 komentar