Pengalaman Belajar secara daring

Cerpen597 Dilihat

Dina Uka Lestari

21010

Tingkat 1A

 

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dari satu tahun yang lalu membuat saya menemukan banyak kebiasaan dan hal baru yang belum saya rasakan. Salah satunya adalah belajar secara daring atau online. Saya mulai merasakan belajar secara daring saat saya masih duduk di bangku Sekola Menengah Atas, saya yang sudah kelas 12 dan tengah mempersiapkan untuk persiapan UASBN DAN UN terpaksa di berhentikan. Dimulai pada akhir bulan Maret, sekolah saya sudah memberi himbauan kepada seluruh warga sekolah untuk belajar mengajar dilakukan secara daring.

Bahkan saya dan teman-teman  melakukan UASBN dirumah masing-masing, hingga saya lulus pun dilakukan secara daring. Tetapi saya dan teman-teman sangat senang dengan metode belajar mengajar secara daring waktu itu karena bisa lebih santai, terlebih waktu UN dihilangkan. Walaupun tidak bisa merasakan kebersamaan saat kelulusan, tetapi saya dan teman-teman saya waktu itu menyempatkan berfoto  sebelum pandemi Covid-19 dan sangat disayangkan juga acara malam kelulusan hanya sekedar wacana saja.

Awalnya saya merasa sangat senang dan merasa jika pembelajaran daring sangat menguntungkan dan asik, hampir beberapa bulan saya merasakan kesenangan itu. Sampai akhirnya saya masuk perkuliahan di AKPER POLRI barulah saya mulai merasakan efek kurang menyenangkannya, mulai merasa repot dan sangat kesulitan.

Dimulai dari sulitnya melakukan zoom lewat laptop ataupun hp, karena waktu itu saya masih awam dengan aplikasi zoom. Saya juga kesulitan apabila sinyal sedang buruk terlebih lagi saat mendung ataupun saya yang lupa membayar WIFI. Menurut saya pembelajaran secara daring yang sedang saya alami saat ini ada kekurangan dan kelebihannya.

Kekurangannya yaitu saat wifi saya yang tiba-tiba mati. Saya ingat ada kejadian kurang menyenangkan yang saya alami yaitu waktu itu wifi dirumah saya sinyalnya sedang buruk, tetapi dosen pengajar menyuruh semua mahasiswa nya untuk melakukan on cam. Saya yang sedang kesulitan dalam jaringan sangat panik takut, takut  jika saya tidak diabsen  atau dianggap tidak hadir.

Lalu dalam penyampaian materi menurut saya sangat kurang efektif seperti terbatasnya waktu untuk bertanya kepada dosen, terbatasnya waktu untuk melakukan diskusi dan melihat pemaparan materi yang disediakan oleh dosen kurang efisien atau suara dosen yang terputus-putus. Lalu sosialisasi dalam pertemanan juga menurut saya masih kurang karena hingga sekarang saya masih kesulitan untuk berbaur kepada teman-teman yang lain mulai dari berkomunikasi dan bertemu.

Terlebih lagi saat ada kerja kelompok, jujur terkadang saya kesal saat dosen memberikan tugas kelompok, karena sebenarnya banyak kendala yang dialami oleh mahasiswa/I seperti kendala tempat karena banyak teman-teman yang rumahnya jauh dan sulit untuk menentukan tempat dimana kami mengerjakan tugas tersebut, lalu adalagi kendala apabila kelompok mengambil keputusan untuk mengerjakan tugas secara via zoom, karena beberapa dari kami sangat sulit untuk menentukan kapan kami melakukan via zoom. Banyak mahasiswa/I yang sebenarnya suka mengeluh tentag pembelajaran daring dengan kelompok, karena beberapa dari kami tidak ada yang mau bekerjasama atau masih malu untuk berpendapat.

Adapun kelebihan pembelajaran daring  yaitu untuk mahasiswa yang rumahnya jauh tidak takut  telat karena pembelajaran dari bisa dilakukan dimana saja dan juga sangat menghemat biaya kendaraan. Tapi bagaimanapun saya sangat ingin melakukan pembelajaran secara offline  bersama-sama dengan teman-teman maupun dosen-dosen pengajar. Saya berharap pembelajaran tatap muka segera dimulai. Saya berharap pandemi covid-19 segera hilang.

 

Tinggalkan Balasan