
Saat bertempur melawan Belanda…
Pangeran Antasari pernah berpesan demikian,
“Agar kita menang, jangan bacakut papadaan !”
(Jangan saling menjatuhkan di antara sesama pejuang).
Tapi apa yang terjadi?
Perpecahan elit yang ada
di era Kesultanan Banjar tak dapat dihindari,
antara Sultan Nata dengan Pangeran Amir,
antara Sultan Adam dengan cucunya
yang bernama Pangeran Tamjid.
Kemudian Pangeran Tamjid pun berkonflik
dengan Pangeran Hidayat
dan semua perpecahan itu adalah hasil provokasi
dan hasutan yang dilakukan Belanda.
Dengan segala tipu daya dan hasutannya,
Belanda berusaha memecah belah persatuan
di antara para pejuang Banua,
sehingga Belanda dapat semakin lama,
bercokol di tanah ini!
Betapa licik dan piciknya
mentalitas kaum penjajah Belanda
di masa itu.
Di masa kini, adakah di antara kita
yang mewarisinya?
Menjadi pribadi yang selalu iri dan dengki
atas keberhasilan orang lain?
Menjadi pribadi yang suka melecehkan sesama,
mehapak, dan mengkritik tapi tidak membangun?
Kapan kita akan mulai memajukan Bumi Banua ini
jikalau warisan-warisan penjajah yang demikian
masih kita hidupi sehari-hari?
Mari kita sadari,
Mari kita insyafi,
Mari kita berbuat nyata,
Mengabdi Banua sepenuh jiwa.
Dan ingatlah selalu pesan Pangeran Antasari,
“Jangan bacakut papadaan.
Jangan!!!”
Banjarnasin, 12 Juli 2022









