Nama : Edelways Adelia Fadhilah
Kelas : 1-A
Nim : 21013
Tugas Kewarganegaraan
Selama wabah corona menjangkit hampir di seluruh dunia pembelajaran secara dalam jaringan (daring) dianggap menjadi solusi kegiatan belajar mengajar. Meski berbagai instansi pendidikan telah menyepakati, cara ini menuai banyak kontroversi di masyarakat. Bagi tenaga pengajar, sistem pembelajaran daring hanya efektif untuk penugasan. Mereka menganggap untuk membuat siswa memahami materi, cara daring dinilai sulit.
Selain itu, kemampuan teknologi dan ekonomi setiap siswa berbeda-beda. Tidak semua siswa memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini. Koneksi lemah, alat penunjang yang tidak mumpuni, dan kuota internet yang mahal menjadi hambatan nyata. Ini juga berlaku bagi para pendidik atau guru yang mengemban tugas negara.
Setahun lebih pandemi COVID-19 membayang-bayangi kehidupan manusia di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia, khususnya di daerah Provinsi Jakarta Timur (JAKTIM). Akibatnya, hingga saat ini segala sesuatu banyak dilakukan secara digital salah satunya adalah proses belajar mengajar yang kini diterapkan secara daring (online). Bagi daerah yang memiliki jaringan internet bagus, tentu bukan suatu masalah atau hambatan, hal itu juga berlaku bagi mereka yang telah terbiasa dengan kecanggihan teknologi saat ini.
Lalu bagaimana dengan mereka yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital kemudian dituntut agar selalu beradaptasi setiap hari?.
Proses pembelajaran yang dilakukan secara daring di semua satuan pendidikan merupakan kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah anak-anak generasi bangsa sehingga tetap aman dari penyebaran COVID-19. Siswa yang biasanya nengikuti pembelajaran secara formal di sekolah, berhadapan langsung dengan guru, papan tulis menjadi media pembelajaran, kini semua itu terangkum dalam sebuah alat teknologi yang canggih yaitu gawai.
Sebelum adanya pandemi COVID-19, para siswa dilarang untuk membawa telepon pintar di sekolah, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar, namun kini semua berubah. Para siswa kini justru wajib menggunakan gawai. Saat ini semua siswa harus bisa menyesuaikan dengan metode pembelajaran baru di tengah pandemi COVID-19. Selain itu, tentu proses belajar mengajar yang dilakukan di rumah masing-masing juga dinilai kurang efektif salah satunya ketika ada siswa yang tidak memahai atas materi yang disampaikan oleh guru, maka akan kesulitan bertanya apalagi ketika jaringan terganggu atau “kresek-kresek”.
Baru kali ini aku sedih sekaligus takut ketika menerima surat dari sekolah bahwa kegiatan belajar dan mengajar di sekolah diliburkan sementara. Sebagai gantinya, setiap hari guruku mengajari kami pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran dilakukan secara online (daring/dalam jaringan). Guru dan kami siswa-siswinya setiap hari selalu bertukar kabar melalui whatsapp. Kami membuat grup di whatsapp. Melalui whatsapp itu juga, guru kami menyampaikan beberapa materi pelajaran yang belum dipelajari. Guru memberikan ringkasan materi melalui whatsapp. Untuk materi yang memerlukan penjelasan lebih, guru menyampaikan pelajaran tersebut dengan cara membuat video pembelajaran yang kemudian diunggah di youtube. Saya suka menyimak atau melihat video-video pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
Bila saya dan teman-teman merasa belum memahami materi yang disampaikan melalui video tersebut, kami dipersilakan untuk bertanya secara langsung kepada guru, baik secara individu atau disampaikan melalui grup whatsapp khusus kelas kami. Bila materi telah selesai diajarkan, dan tiba waktunya untuk latihan soal dan ulangan, guru akan menyampaikan soal-soal latihan yang harus kami kerjakan secara online.
Sejauh ini, aku selalu mendapatkan nilai bagus ketika guru memberikan soal secara online. Namun, sebenarnya, aku lebih senang apabila secepatnya bisa kembali belajar di sekolah. Semoga virus korona segera musnah dari permukaan bumi, sehingga kami bisa melakukan apa saja dengan bebas dan tanpa rasa khawatir lagi.


