
Aku masih setia menanti senja
Desah gelisah bergulir dalam kata-kata terbata
Sekalipun hanya sejenak saja
Senja pergi meninggalkan rasa
Sama halnya hidup yang singkat berjeda
Senja tak pernah salah
Hanya kenanganlah yang kadang membuat ujung mata basah
Dan pada senja, aku mengaku kalah
Pada senja, rindu menyerah
Tak mampu bergelora sewarna merah
Aku mencandu
Candu akan dirimu
Sang senja bergelimang rindu
Tak berkesudahan dalam deru
Esok, jelang pintu malam terbuka. Aku masih menunggu
Menunggu senja, memeluk renjana tersengat lengang dalam alunan serenata
Fatmi Sunarya, 25 September 2021
Puisi ke 35 KMAA
Puisi ini pernah tayang di sebuah blog








Wah udah 35 bu Fatmi puisinya. Salam literasi
Iya, semangat berlari he he he
Terima kasih mbak Ari