Setiap penulis punya waktu terbaiknya untuk mengulik aksara
Candu menulis di tengah malam, berakibat pada kesehatan fisik yang tak mendukung esok harinya. Menulis sampai lupa makan, istirahat dan tugas yang lain adalah bagian dari rentetan kegiatan harianku. Entah mengapa saya biasanya senang menulis di tengah malam. Karena suasana menjadi tenang.
Selain suasana yang tenang, rasa-rasanya segudang inspirasi baru bermunculan di tengah malam. Momen ini tentu saya tak bisa lewatkan begitu saja. Karena sekali ide brilian yang ada di kepala tak segera ditulis, goog bye. Esok paginya baru ada rasa penyesalan yang tak bertepian.
Sobat, menulis adalah bagian dari terapi jiwa. Apapun boleh diambil dari diriku, asalkan jangan mengambil waktu menulis saya. Karena tengah malam adalah kencan yang paling romantis bersama imajinasi.
Sobat jangan kaget dengan “kencan imajinasi” ya! Karena itulah istilah bagi saya untuk terus mengulik aksara di tengah malam.
Saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan menulis di tengah malam. Meskipun dunia medis mengatakan bahwa setiap hari kita harus beristirahat 6-8 jam. Tapi, tip itu tidak berlaku dalam kehidupan saya. Karena waktu tidur saya hanya berkisar 4-5 jam per hari. Itu pun waktu yang paling lama saya tidur. Selebihnya saya selalu memadu asmara bersama imajinasi di tengah malam.
Candu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan panggilan jiwa saya sebagai kuli tinta. Menata aksara dalam irama romantisme, seakan-akan dunia hanya milik saya sendiri. Barangkali inilah yang dinamakan passion. Karena passion adalah hal yang selalu menarik dan terus menarik untuk melakukannya setiap hari.
Lalu, bagaimana dengan kadar passion kamu? So, apa yang menarik bagi kamu dan kamu bernafsu untuk melakukannya setiap hari, itulah ciri dari passion yang sesungguhnya, sobat.
Sobat, namun gaya menulis di tengah malam bukan hal yang baik bagi kamu. Karena risikonya sangat besar untuk kesehatan. So, ikutin gaya kepenulisan kamu, Jangan terpengaruh dengan orang lain. Karena setiap orang punya waktu terbaik untuk menulis. Ada yang menulis di pagi hari, siang hari, sore hari, dll.
Inilah uniknya menjadi kuli tinta. Karena setiap kuli tinta punya gaya dan ciri khasnya dalam mengolah hati, pikiran dan rasa dalam mengaktualisasikan dalam karya-karya terbaiknya.
Salam kuli tinta dari perbatasan RI- Timor Leste







