Luka di hati ini tak bisa hilang
Walau elegi pagi kembali menyapa
Aku masih terbius oleh luka
Andaikan aku seperti mentari
Aku bisa memaafkan perbuatanmu
Namun apa daya, aku hanyalah seorang manusia biasa
Mungkin saat ini aku memilih untuk berdiam diri
Namun gejolak hati di dalam kalbu makin membuncah
Gegara bilur-bilur luka yang pernah kau tabur dalam memoriku
Masih belum dihapus oleh air mataku
Aku kembali tersanjung pada duri dan kerikil yang sama
Tuhan, apakah Engkau tak bersamaku?
Ataukah hatiku yang membatu ini, tak bisa melihat kebesaran-Mu
Mungkin benar “Jangan beritahu aku tentang bulan yang bersinar
Tetapi tunjukan kepadaku serpihan cahaya dari kaca yang pecah
Aku bukan penyembah Anton Chekhov
Melainkan aku tersanjung dan menangis, tatkala mendengar kata-katanya
Tuhan bersihkan luka yang pernah mengotori lembaran kehidupanku,
Peluklah dan jangan lepaskan aku
Aku ingin kembali dan berdiam diri dalam dekapanmu
Karena hanya kuasa-Mu, aku merasa damai dan tenang




