Paris Saint Germain Sebagai Jembatan Rekonsiliasi Lionel Messi dan Sergio Ramos

Olahraga860 Dilihat
Paris Saint Germain menyatukan Lionel Messi dan Sergio Ramos. Newsfounded.com

 

Kota Prancis bukan hanya menawarkan sejuta kisah romantisme bagi kawula muda. Melainkan di jagad sepak bola, klub kaya raya negeri romantis itu (Paris Saint-Germain) juga menjadi destinasi terakhir pemain bintang Top Eropa dan dunia ketika menginjak usia kepala tiga.

 

Sebut saja, Angel Di Maria, Sergio Ramos dan  Lionel Messi. Kehadiran Lionel Messi  bak pangeran yang sedang mengunjungi ratu tercinta. Dan mengundang jutaan bahkan milyiaran pasangan mata di semesta untuk terus mengintip pemain terbaik Copa America 2021 itu.

 

Menara Eiffel seakan tak berkutik dengan judi super elit Joan Laporta (Pemilik Barcelona) yang berani mempertaruhkan masa depan klub raksasa itu.

 

Sebelum saya menganggit lebih jauh tentang artikel ini, saya akan membawa imajinasi anda untuk berkelana menuju penggunaan 5W + 1H. Tujuannya adalah memudahkan saya untuk membangun kerangka/pola pikir saya dalam menulis.

 

Faktor apa saja yang menyebabkan Joan Laporta berani melepaskan Messi ke PSG?

Masalah utama Barcelona bukan ada pada finansial. Melainkan konflik antara pemilik klub (Joan Laporta) dengan otoritas La Liga.

 

Hal ini bisa dilihat dan dibaca dari bejibun artikel yang bertebaran di media arus utama maupun lapak blogger tanah air tentang super ego dari otoritas La Liga yang terus menekan Barcelona untuk menjual beberapa pemain dan pemotongan gaji Lionel Messi di liga domestik 2021/2022.

 

Lionel Messi tidak mempermasalahkan pemotongan gajinya. Jika saya berkaca dari sumber “British Broadcasting Corporation/bbc.com). Akan tetapi, benturan pendapat antara Joan Laporta dan otoritas La Liga mengorbankan Lionel Messi untuk berkelana menuju negeri Prancis di bursa transfer musim panas 2021.

Jadi, faktor utama kepergiaan Lionel Messi dari Barcelona ada pada pemilik klub (Joan Laporta).

 

Siapakah aktor di balik keberhasilan Lionel Messi mendarat di Paris Saint-Germain?

Neymar adalah aktor utama dari kehadiran Messi di kota Paris. Mengingat kedua pemain ini yang berasal dari benua Amerika Latin memiliki ikatan emosional yang sangat dekat saat membela Barcelona.

 

Kedekatan Lionel Messi dan Neymar bisa juga dilihat dari rangkulan atau dekapan saat final Copa America 2021: Argentina vs Brazil.

 

Meskipun Neymar gagal mempersembahkan trofi Copa America 2021 bagi Brazil. Tapi, persahabatannya dengan predator Argentina (Lionel Messi) tidak hilang begitu saja. Bahkan di akhir pertandingan, saat rekan Neymar meratapi nasib, ia justru mencari Messi dan memeluknya.

 

Momentum itu sungguh memantik rasa ingin tahu saya dan ikut membangkitkan kelima panca inderaku untuk ikut hanyut dalam euforia persahabatan itu.

 

Memang benar. “Persahabatan lebih tinggi dari kepentingan apa pun.” Kata filsuf Aristoteles.

 

Mengapa Lionel Messi tak memilih Manchester City atau Major League Soccer?

Karena Lionel Messi ingin membangun “rekonsialisi atau jalan damai” dengan mantan pemain La Liga yang terlebih dahulu mendarat di Paris Saint Germain.

 

Salah satunya adalah Sergio Ramos yang bergabung dengan Paris Saint Germain pada 8/7/2021. Kisah permusuhan mereka sudah ada sejak keduanya merumput di negeri Matador, Spanyol.

 

Penyebab dari permusuhan mereka adalah gengsi. Karena Barcelona dan Real Madrid adalah dua raksasa dunia dan penguasa panggung  La Liga dari zaman ke zaman.

 

Inilah yang saya sebut sebagai “sibling rivalry” atau persaingan antar pemain dalam membela klubnya.

 

Untuk itu, Lionel Messi sebelum menuju Piala Dunia Qatar tahun depan, ia harus menyelesaikan permusuhannya dengan Sergio Ramos di rumah Paris Saint Germain.

 

 

Kapankah momentum rekonsiliasi  Lionel Messi dan Sergio Ramos terjadi?

Sejatinya Sergio Ramos sudah memberikan signal postif bagi Lionel Messi untuk berdamai. Hal ini menunjukkan, bara “sibling rivalry” akan segera berakhir di Paris Saint Germain.

 

Menara pencakar langit  (Eiffel) akan menjadi saksi bisu dari dua pemain Top Eropa dan dunia untuk berdamai.

 

Di manakah momentum rekonsiliasi antara Lionel Messi dan Ramos berlangsung?

Tentunya peristiwa penting itu akan terjadi di ruang ganti pemain (basecamp) Paris Saint Germain.

 

Karena semua pemain akan melepaskan ego dan hasrat terpenjara untuk memajukan nama besar Paris Saint Germain di Liga Domestik, Champions dan turnamen internasional lainnya.

Bagaimana perasaan Lionel Messi dan Sergio Ramos setelah berdamai?

Kedua pemain top itu akan hanyut dalam euforia persahabatan yang tidak hilang dari sejarah dan dunia.

 

Akibatnya, atmosfer suporter Messi dan Ramos bakal berpindah ke lain hati. Yang semula dari Barcelona dan Real Madrid, kini beralih ke Paris Saint Germain.

 

Kita boleh berbeda pilihan dan gaya hidup. Namun, nilai-nilai kemanusiaan (human interest) itu jauh lebih tinggi dari kepentingan apa pun (Fredy Suni).

 

Inilah nilai positif yang kita pelajari dari jalan rekonsiliasi Messi dan Ramos.

 

Salam YPTD

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

2 komentar