Prinsip Assesmen dalam Kumer dan Contoh Penerapannya

KMAB998 Dilihat
Ilustrasi pembelajaran dan asesmen. Sumber Gambar: Rawpixel.com/Shutterstock.com

Oleh : Hariyanto

Assesmen atau penilaian merupakan salah satu tugas guru yang wajib dilaksanakan. Langkah assesmen yang benar dan tepat sasaran akan menentukan keefektifan pembelajaran, sehingga memudahkan tercapaian tujuan belajar sesuai yang diinginkan. Sebaliknya jika kurang dalam penguasaan prinsip assesmen maka akan membuat pembelajaran semakin jauh dari tujuan dan harapan.

Assesmen dapat dilakukan untuk mengukur sejauhmana tujuan pembelajaran tertentu dilakukan (formatif). Dan dapat dilakukan untuk mengetahui penguasaan  keseluruhan tujuan pembelajaran dalam satu materi tertentu (sumatif). Assesmen juga bisa menentukan jenis dan metode pembelajaran yang tepat di depan kelas dengan keberagaman siswa dengan segala kondisinya. (diferensiasi).  Karenanya seorang guru harus benar-benar menguasai prinsip-prinssip assesmen dalam kumer.

Berikut daftar prinsip assesmen dan contoh yang bisa diterapkan di lapangan.

  1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran,fasilitasi pembelajaran,dan penyediaan informasiyang holistik, sebagaiumpan balik untukpendidik, peserta didik,dan orang tua/wali agardapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya; Contoh penerapannya adalah berikut :

a) Pendidik menguatkan asesmen di awal pembelajaran yangdigunakan untuk merancang pembelajaran sesuai dengankesiapan peserta didik., b) Pendidik merencanakan pembelajaran dengan merujukpada tujuan yang hendak dicapai dan memberikan umpanbalik agar peserta didik dapat menentukan langkah untukperbaikan kedepannya. c)  Pendidik memberikan umpan balik berupa kalimatdukungan untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh. d)  Pendidik melibatkan peserta didik dalam melakukanasesmen, melalui penilaian diri, penilaian antar teman,refleksi diri, dan pemberian umpan balik antar teman. e)  Pendidik memberikan kesempatan kepada pesertadidik untuk berefleksi tentang kemampuan mereka,serta bagaimana meningkatkan kemampuan tersebutberdasarkan hasil asesmen.  f) Pendidik merancang asesmen untuk mendorong pesertadidik terus meningkatkan kompetensinya melalui asesmendengan tingkat kesulitan yang tepat dan umpan balik yangmembangun. g) Pada konteks PAUD, yang dipantau tidak hanya berbagai aspek perkembangan yang ada di CP, namun juga tumbuhkembang anak secara keseluruhan.

2. Asesmen dirancang dandilakukan sesuai denganfungsi asesmen tersebut,dengan keleluasaan untukmenentukan teknik danwaktu pelaksanaan asesmenagar efektif mencapaitujuan pembelajaran;

a) Pendidik memikirkan tujuan pembelajaran pada saat merencanakan asesmen dan memberikan kejelasan pada peserta didik mengenai tujuan asesmen di awalpembelajaran. B) Pendidik menggunakan teknik asesmen yang beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan asesmen. Hasil dari asesmen formatif digunakan untuk umpan balik pembelajaran, sementara hasil dari asesmen sumatif digunakan untuk pelaporan hasil belajar.

3. Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid,dan dapat dipercaya(reliable) untuk menjelaskankemajuan belajar,menentukan keputusantentang langkah dansebagai dasar untuk menyusun programpembelajaran yang sesuaiselanjutnya;

Pendidik menyediakan waktu dan durasi yang cukup agarasesmen menjadi sebuah proses pembelajaran dan bukanhanya untuk kepentingan menguji.• Pendidik menentukan kriteria sukses danmenyampaikannya pada peserta didik, sehingga merekamemahami ekspektasi yang perlu dicapai.• Pendidik berkolaborasi dalam merancang asesmensehingga dapat menggunakan kriteria yang serupa dansesuai dengan tujuan asesmen.• Pendidik menggunakan hasil asesmen untuk menentukantindak lanjut pembelajaran.

4. Laporan kemajuan belajardan pencapaian pesertadidik bersifat sederhanadan informatif, memberikaninformasi yang bermanfaattentang karakter dankompetensi yang dicapai,serta strategi tindak lanjut;

Pendidik menyusun laporan kemajuan belajar secararingkas, mengutamakan informasi yang paling pentinguntuk dipahami oleh peserta didik dan orang tua.• Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepadapeserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya bersama-sama beserta orang tua.

5. Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik,tenaga kependidikan, danorang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Pendidik menyediakan waktu bagi guru untuk membaca,menganalisis, dan melakukan refleksi hasil asesmen.• Pendidik menggunakan hasil asesmen sebagai bahandiskusi untuk menentukan hal-hal yang sudah berjalan baikdan area yang perlu diperbaiki. Satuan pendidikan memilikistrategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi olehpeserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orangtua untuk meningkatkan mutu pembelajaran.• Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepadapeserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya bersama-sama orang tua.

Semoga bermanfaat. Aamiin

Blitar, 3 Agustus 2022

Hariyanto

 

Sumber : Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah , BSKAP Kemendikbudristek  2022

 

 

Tinggalkan Balasan