Disaat sebuah lembaga pendidikan telah memiliki visi dan misi yang jelas, maka Allah tunjukkan ide-ide baru kepada jajaran pemimpin untuk membuat program-program yang akan membawa banyak perubahan.
Sekolah swasta yang dirintis oleh beberapa orang guru beserta orang-orang yang care terhadap pendidikan. Bermula dengan air mata dan kelelahan yang tiada batas. Namun dibalik sebuah kisah selalu ada makna yang berarti positif hadir.
Salah satu program dari Yayasan sekolah adalah upgrading guru beserta karywan. Sesi 1 ini bertemankan “siap menjadi guru kreatif yang menginspirasi dan menggerakkan”. Tema yang bagus,bukan?
Tema adalah sebuah do’a yang tersirat. Allah akan jadikan kenyataan jika semua guru mau dan yakin.
Upgrading hari pertama terlaksana dengan penuh “tamparan-tamparan” yang membuat tubuh tersentak akan sebuah kenyataan. Bahwasanya belum banyak yang telah diberikan di dunia pendidikan.
Trainer yang berasal dari SIT Ummul Quro Bogor yaitu ustadz Ari dan Ustadz Eman. Sosok yang luar biasa sangat menginspirasi dan membuka cakrawala berfikir. Menyadarkan arti peran seorang guru.
“Kita tidak bisa memberi jika kita tidak punya apa-apa”, kata Ustad Ari. Jadi guru SIT (Sekolah Islam Terpadu) itu harus memiliki komitmen dan kompetensi yang tinggi akan sebuah peran menjalankan amanah sebagai seorang pendidik sejati.
Terus belajar dan menjadikan profesi guru sebagai wadah untuk mengabdi dan berbagi. Karena tidak ada kesuksesan sebelum berbagi. Jika berbagi telah dilakukan dan membawa dampak positif bagi orang banyak maka saat itulah kemuliaan hadir.
Sukses tidak dilihat dari banyaknya uang, tetapi lebih kepada sebanyak apa kita bermanfaat bagi orang lain. Pada hakikatnya sukses tanpa mulia adalah kehampaan semata.
Teruslah menjadi pejuang-pejuang tangguh duhai para guru. Jangan pernah menolak akan sebuah proses menjadi hamba terbaiknya. Kebermanfaatan diri yang diberikan akan dibalas tunai olehNya sebagaimana janjinya.
Jangan pernah kwatir akan rezeki karena sesungguhNya janji Allah itu pasti.
Guru terbaik itu adalah sebagai murobbi, mursyid, mu’adib dan muddarib. Berjuanglah menjadi guru terbaik !!!







