Ku Mulai Lagi Kebiasaan Baik, yang Pernah Candu Kulakukan

Terbaru49 Dilihat

Ku tantang diriku untuk menulis lagi. Sekian lama tidak menulis ada rasanrindu yang besar di dalam hati. Kalau di ikutkan rasa malas maka hal yang disukai pelan- pelan akan pergi menjauh. Padahal menuliskan sesuatu insight yang di dapat setiap harinya adalah sebuah healing bagi diri dan pikiran.
Hari ini tidak banyak yang akan ku tuliskan. Hanya ingin berbagi tentang kisah seorang anak yang sedang berjuang menghafal Al Qur’an. Jika dilihat dari usia maka berpisah dengan orang tua adalah pengorbanan yang sangat besar.
Awal perpisahan air mata ikut menjadi saksi. Saksi yang seolah- olah ingin mengatakan bahwa perpisahan ini sangatlah berat. Namun dibalik mengalirnya air mata, ada pesan cintaNya yang sangat besar. Bahwa dibalik air mata yang mengalir ada kebahagiaan besar yang sedang menanti.
Untuk menjadi orang besar dan sukses, apa lagi sukses dalam menghafalkan Al Qur’an. Butuh pembuktian cinta dan keseriusan di dalamnya.
Semog siapapun di luar sana yang sedang berjuang memghafalkan Al Qur’an. Tetap semangat dan optimis. Yakinlah Allah akan mudahkan dan Allah akan bantu sampai cita-cita terbesarmu tercapai.
Bagi setiap orang tua yang jauh dari anaknya. Yakinkah perpisahan ini hanyalah sementara. Allah sedang mempersiapkan hadiah terbaik. Maka, selalu gencarkan do’a- do’a terbaikmu untuk anak-anakmu yang sedang berjuang sepenuh hati.
Ya Allah… Titip dan temani para penghafal Al Qur’an ya Rabb. Mudahkanlah setiap huruf untuk dihafalkan. Izinkan mereka mengamalkannya dengam sepenuh hati.
Apapun halangan yang hadir di sela waktu mengahfalnya mereka. Maka mudahkanlah ya Allah mereka melaluinya.
Goresan ini spesial untuk pejuang penghafal Al Qur’an dimanapun berada. Spesial sekali teruntuk untuk anakku Salsabila yang sedang berjuang.
Teruntuk diriku juga, yang masih berjuang menghafalkan Al Qur’annya. Semangat lillah, yakin Allah akan mudahkan. Aamiinya rabbal’alamiin
Allahu Akbar

Tinggalkan Balasan