Pujian manusia kadang membuat orang dipuji mabuk dan lupa akan posisi diri sebagai hamba. ada karya yang dihasilkan karena banyaknya pujian dan sanjungan sehingga membuat tak sadarkan diri seolah-olah apa yang dilakukan memang hasil karya sendiri.
Kadang pujian manusia membuat orang yang dipuji terlena akan pujian itu. disaat keterlenaan meninabobokan dirinya akhirnya hanyut akan kepuasan saat itu saja. sampai akhirnya orang lain sudah bergerak jauh kedepan, dia masih dijalan di tempat karena masih sakau dengan pujian manusia. Pujian adalah fatamorgana semata yang seolah-olah ada tetai sebenarnya semu semata.
Hal yang menjai angan-angan adalah memuaskan diri dengan pujian dan kekaguman orang lain. Terbuai dengan pujian seakan-akan memang diri pantas mendapatkannya. sebagaimana kata ulama, “diantara tanda ikhlas adalah tidak tertarik dengan pujian manusia dan selalu merasa kurang dalam melakukan sesuatu.
kata Imam Ibnu Atha’illah “waktu terbaikmu adalah saat engkau merasakan ketergantungan dan kembali menjadi diri yang hina dihadapan-Nya”.
Berhati-hatilah dengan pujian dan sanjungan, karena semakin sering dipuji dan dielu-elukan akan semakin dekat dirimu berpeluang untuk lupa akan dirimu. Jika segala sesuatu yang dilakukan atas izin-Nya maka sepantasnyalah semua pujian hanya tertuju pada-Nya.
Selalu perbaiki niat awal melakukan sesuatu, jika niatnya telah benar dan memang karena-Nya, maka disaat pujian hadir dalam bentuk apapun tiada yang lebih terucapa semua terjadi atas izin-Nya semata. selalu minta ditemani dan berpasrah akan setiap kejadian yang menimpa. Baik kejadian yang membawa bahagia begitupun sebaliknya.







