Suara Penyiar lepas
Secara Publik saya memaparkan beberapa hal dilapangan. Berawal dari ekstra kurikuler Karya Ilmiah dan Jurnalistik MAN 1 Cianjur, akhir November ini saya menemui guru saya di kantor redaksi Majalah ISMA Pada hari guru Nasional. Beliau bertanya banyak hal juga tentang kepenyiaran di Radio Siaran Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur (Cianjur FM). Mengenai input kreatif pengembangan teacherpreneur, saya mulai dilirik kembali oleh C.FM untuk acara Inspirasi Siang.
Beberapa hal tentang ilmu yang dipublikasikan membuat rekan-rekan Guru yang gemar menulis “berdesak-desakan” mengantri ingin mendaftar menjadi peserta Belajar Menulis bersama Om Jay. Pada dekade terakhir ini timbul penonjolan tentang Ranah Media Sosial yang penelaahannya multi disilpiner tentang perlu adanya kerjasama berkesinambungan melalui blog seperti bersama teman-teman peserta belajar menulis yang saling kunjung- mengunjungi Blog dan saling memberi kritik dan saran perbaikan. Hal ini sangat penting untuk pemahaman dan kompetensi saya sebagai penulis pemula. Walau hanya penulis amatir, akan tetapi saya sangat ingin berkontribusi bagi masyarakat.
Belum ada project baru di daerah saya yang merupakan kerja sama atau sama-sama kerja dengan Radio pemerintah Daerah dan Majalah ISMA (Majalah umum, pelajar, Guru/Dosen dan Mahasiswa), tapi Outline bersama Redaktur sudah dikemas dengan rapi oleh editor Majalah dan Bidang Produksi dari C.FM.
Lingkaran sisi sosial pembelajar menulis bersama KSGN
Pada Belajar Menulis online yang saya ikuti dengan baik karena saya ingin mewujudkan impian saya dan mempraktekkan segenap ilmu dari para suhu saya, para Narasumber dan senior-senior saya di KSGN, saya meyakini tiga hal penting yaitu :
– Turut serta bermasyarakat
– Bersikap secara baik dalam berkolaborasi
– Faham dan sadar akan manfaatnya dengan konsekuensi diri.
Pada sisi sosial saya di akhir November ini tak lepas dari kesehatan mental spiritual (Fisik, Emosional, Spiritual), saya begitu yakin akan nilai sebuah ketulusan Para Guru saya di KSGN ini. Ditegaskan sekali lagi pada rekan-rekan saya yang ingin menjadi peserta Pelatihan Belajar Menulis (kebetulan saya satu-satunya peserta dari Cianjur) bahwa menulis itu seperti sebuah tarian, perlu ketekunan dan latihan. Buktinya saya yang benar-benar dari Nol memulai dari dinamika soaial, kini sebentar lagi akan mewujudkan impian saya menulis sebuah buku minimal 1 buku seumur hidup saya, dan itu akan diwujudkan oleh YPTD berkat ketulusan Pak H.Thamrin Dahlan dan kerja cerdas Pak Dian sebagai editor tulisan saya, tulisan anak kecil tapi insyaallah bermakna besar untuk Daerah saya khususnya.
Grateful saya untuk Komunitas Sejuta Guru Ngeblog angkatan 16, mengingat tingkat kesukaran saya dalam menulis tetapi jika dipelajari secara formal setiap tiga kali dalam seminggu, kini saya mulai mampu menulis.
Adapun strategi belajar saya merunut pada strategi belajar E-Learning yaitu :
1. Mengingat (Remember)
2. Memahami (understanding)
3. Mempraktekkan (Aplication)
4. Memikirkan (Deep thinking)
5. Mengkaryakan (Creatifity)
Semua orang pembelajar tentu ingin berkoneksi supaya menghubungkan diri kita dengan banyak orang. Tentu seni menghargai orang lain dengan santun sudah saling mengajarkan. Di KSGN menajamkan peserta menulis agar mampu berkarya. Berguna bukan hanya untuk keluarga tetapi untuk banyak orang (kontemplasi Iis Safuroh)








