
Sudah beberapa hari ini kondisi kesehatan ku kurang bersahabat.
Tak pernah ku mengeluh, karena mengeluh pun percuma bagiku.
Aku harus tetap sehat dan kuat. Karena, dirumah ku..jika bukan aku..siapa lagi..?
Kondisi kesehatan ku ini mungkin pengaruh dari kecelakaan hebat yang aku alami hampir 15 tahun lalu.
Iyah, kecelakaan yang sudah mengantar kan langkahku ke alam selain dunia.
Alam yang berbeda dengan dunia. Sangat berbeda.
Kecelakaan yang akhirnya membuat ku cacat seumur hidup ku. Kecelakaan yang telah merenggut segala kebahagiaan semua. Kecelakaan yang akhirnya merubah seorang intan. Hingga saat ini.
Setelah kecelakaan, di hari Kamis, 20 Desember 2007 itu, menyisakan cerita dan kenangan yang tak kan mungkin aku lupa hingga akhir hidupku.
Kaki kanan ku patah. Bahkan masih di pasang pen sampai sekarang. Di kepala ku, ada jahitan melingkar seolah membelah kepala dari belakang telinga kanan hingga belakang telinga kiri. Jika dilihat bekas jahitannya, seperti pakai bando.
Beberapa vonis dokter di uraikan, ketika aku di nyatakan hidup kembali.
Di awal 5 tahun pertama, aku akan mengalami amnesia total.
Alhamdulillah, hingga masuk 15 tahun ini.. Allah luar biasa, menjaga utuhnya memori ku dari aku TK hingga sekarang dengan sangat baik…
Di langkah 10 tahun, aku akan mengalami kebutaan total.
Alhamdulillah, sudah masuk 15 tahun..
Allah masih memberi ku kesempatan, untuk melihat indahnya alam ini.
Allah masih izinkan aku melihat hitam dan putih nya mataku.
Allah masih izinkan aku melihat biru nya langit dan kelabu awan yang berarak saat mendung menyapa..
Dan Allah..masih izinkan aku melihat, senyum dan cemberut yang menghiasi wajah mama ku… ☺
Beberapa vonis dokter itu, ku lewati..karena keyakinan ku pada Rabb yang Maha segalanya,,ku jalani semua dengan ikhlas.
Di awal setelah keluar dari rumah sakit. Aku mengalami depresi yang sangat hebat. Beberapa kali sudah berniat bunuh diri. Selalu gagal.
Mulai dari gantung diri, potong urat nadi, sampai minum semua obat dokter yang harusnya untuk 1 minggu, aku minum dalam sekejap.
Ada saja cara Allah..untuk menggagalkan kebodohan ku saat itu.
Astaghfirullahaladzim….
dzolim dan betapa bodoh nya aku kala itu.. 😣
Ujian ku saat itu belum selesai. Setelah kecelakaan, aku masih menikmati masa depresi yang hebat. Lalu di tempa lagi dengan ujian lelaki yang sudah membuat ku cacat seumur hidup, yang sudah ku maafkan, tapi di ulanginya kembali dengan kesalahan yang sama.
Tak cukup di situ, Allah uji lagi diriku dengan hantaman badai dunia yang hebat.
Kala itu, aku hanya berteman dengan air mata dan dzikir.
Iya…temanku hanya air mata dan dzikir.
Karena aku tau, vonis terakhir dokter, adalah.. Aku tak kan bisa hidup lebih dari 15 tahun.
Tahun ini, adalah tahun ke 15.
Ku tengok 15 tahun kemarin, aku tersenyum saat ini. Begitu hebat nya Allah menguji keimanan ku, kesabaran ku, dan keyakinan ku.. Dan semua.. Sudah kulewati dengan tenang..
Iya..insyaallah.. Dengan amat tenang..
Aku, saat ini, hanya berteman dengan ketenangan. Karena tak lagi mencari kesenangan.
Di tahun ke 15 inilah, aku merasa..apakah ini hari terakhir ku.
Padahal..cita cita ku masih amat panjang.
Aku ingin menemani mamaku.. Jika bukan aku.. Siapa lagi…?
Aku ingin menemani anak anak ku…jika bukan aku..siapa lagi..?
Aku ingin menemani anak anak didikku..jika bukan aku..siapa lagi…?
Dan aku…ingin menemani seseorang yang sudah sangat baik menjagaku.. Aku tidak sampai hati jika harus meninggalkannya..
Akan kah…
Vonis dokter itu bisa ku lewati..? Sama seperti 2 vonis yang telah ku lewati selama 10 tahun kemarin…
Atau kah vonis dokter itu akhirnya menjadi nyata…?
Usiaku..tak kan lebih dari 15 tahun…
Jujur…diriku saat ini sudah dalam keadaan tidak baik baik saja…
Darah yang sering mengalir dari hidung saat aku mulai kelelahan..
Dada kiri yang sering mendadak sakit hingga aku merasa kesulitan bernafas
Kepala yang mulai sering sakit nya bukan main saat aku tak sanggup berfikir sendiri..
Tapi..
Aku masih tetap tersenyum.
Di balik tangisku
Aku masih tetap kuat
Di balik lelah ku
Aku masih tetap tegar
Di balik rapuhku
Rabb…
Izinkan aku melihat senyuman senja itu … Hingga tangga 15 tahun…
Hingga aku bisa melihat senyum Mu …
Karena aku.. Terus berusaha.. Melukis senyum di wajah mama ku..
Dan…berusaha membuat papa senyum padaku.. Saat menyambutku disampingnya…
☺
Cianjur,
7 Agustus 2022
~ raaina darwis ~







