
- Morfodinamika Pantai
Morfodinamika pantai merupakan perubahan morfologis pantai, meliputi profil pantai, bar, dan saluran bawah laut. Perubahan tersebut diakibatkan oleh dinamika gelombang (wave), pasut (tide), arus (current), dan angin (wind). Pengukuran morfodinamika pantai selanjutnya mencakup pengukuran gelombang sebagai unsur dinamik, dan tanggapan morfologikal pantai sebagai unsur morfologi (Wright dan Short, 1978).
Menurut Wright dan short (1978) pantai dibedakan menjadi tiga keadaan morfodinamika, yaitu dissapative, intermediate, dan reflective. Keadaan intermediate dibedakan lagi menjadi longshore bar-through, ritmic bar and beach, dan ridge runnel. Ketiga kondisi morfodinamik tersebut disajikan dalam Gambar 2.1 berikut.
Pantai dissapative terbentuk oleh kombinasi gelombang besar (>2 m) dan pantai berpasir halus (0.1250,25 mm). Keadaan tersebut ditandai dengan pantai yang landai dan mintakat pecah gelombang yang luas. Lebar mintakat pecah gelombang berkisar antara 200500 m.
Pantai dalam keadaan intermediate mengalami proses yang kompleks, yaitu sebagai akibat dari kombinasi antara dissapative dan reflective (merupakan peralihan antara keduanya). Kondisi intermediate terjadi pada pantai yang mempunyai gelombang besar sampai sedang (12,5 m) dengan pantai berpasir halus hingga sedang (0,1250.5 mm). Pantai intermediate pada umumnya terdapat pada pantaipantai yang
menghadap laut dalam dengan dicirikan oleh kenampakan bar, gosong, dan rip-current. Ciri lain dari pantai intermediate yang langsung dapat diamati dari daratan adalah terbentuknya cusp.


