Cerpen 7 Bagian 2

Terbaru341 Dilihat

Menulis PGRI

 

February 15, 2021

 

ORANG TUA TERHEBAT  (Bagian 2)

Oleh: Lili Suriade, S.Pd

“Ayo kita berangkat, mesjidnya dekat kok bu.” Ungkap Meylani

“iya nak, ayolah..” jawab ayahnya.

Dengan langkah yang penuh semangat Meylanie menuju mesjid. Kali ini terasa beda, ia lebih bersemangat. Baru pertama kali ia membawa ayah ibunya ke mesjid di dekat kosnya.

“Assalamualaikum..” Meylani masuk mesjid sambil menggandeng tangan ibunya.

“Waalaikum salam..eh nak Mey..apa kabar?” Tanya ibu-ibu jama’ah mesjid.

“Alhamdulillah baik bu. Oya bu..ini ibu Mey..” Meylani dengan bangga memperkenalkan ibunya. Ibunya pun menyalami semua ibu-ibu jama’ah mesjid Annur tersebut.

Beberapa saat kemudian, muazin pun mengumandangkan iqomah. Meylani dan ibunya bergegas merapatkan saf dengan jamaah lain.

Selesai sholat, dilanjutkan dengan wirid yang disampaikan oleh ustazd Subhan, yang sangat terkenal religius di kampus Meylani. Ustad Subhan menyampaikan tausiah dengan sangat menarik, di dalam hati Meylani begitu kagum pada kecerdasan sang Ustadz dalam mengenal ajaran islam.

Sepulang dari mesjid, Meylani dan ibunya pun menikmati makan malam. Ibu dan ayah terlihat sangat bahagia. Meylani merasa bersyukur di dalam hati ketika melihat ayah dan ibunya masih bisa makan dengan lahap.

“Bu..besok Mey ke kampus dulu ya. Ada pertemuan dengan anggota Rohis. Setelah itu barulah Mey antar ayah dan ibu ke terminal.”
“Iya nak..selesaikanlah dulu aktivitas Mey, yang penting menjelang zuhur kami berangkat besok.” Ucap ayah sambil mengunyah nasi yang masih tersisa di dalam mulutnya.

Esoknya, pagi-pagi sekali Meylani sudah berada di Mushollah campush. Ia masih menunggu beberapa teman yang belum datang.

Tiba-tiba ustazd Subhan selaku ketua Rohis, masuk dan menyapa Meylani.

“Assalamualaikum..apa acara bisa kita mulai?” Tanya ustadz pada Meylanie.

Setelah bertanya kepada anggota Rohis yang lain, Meylani pun memberi jawaban dengan anggukan. Pagi itu seluruh pengurus dan anggota Rohis kampush UI berdiskusi untuk mmperdalam wawasan mereka tentang Islam. Meylani mengikuti kegiatan tersebut dengan penh kesungguhan. Ia bahkan menjadi mentor bagi teman-teman yang lain.

Pulang dari kegiatan Rohis, Meylani langsung mengantar orangtuanya menuju terminal bus untuk pulang.

“Ayah ..ibu..ini uang hadiah Meylani kemarin. Semua ini untuk ayah dan ibu. Mohon diterima ya..” Ucap Meylani ketika mereka akan keluar dari tempat kos.

“Jangan nak..itu uang Mey, gunakan saja untuk keperluanmu di Kampush ya..!” Jawab ayah yng diikuti dengan anggukan ibu Meylani.

“Ayah..percayalah, Mey punya uang kok. Insya Allah Mey selalu dapat rezeki di sini. Yang penting ayah ibu doakan Mey terus ya.” Ujar Mey dengan mata berkaca-kaca.

“Iya nak, kami akan selalu mendoakan Mey. Terima kasih ya nak. Jangan pernah jadi manusia sombong atas apa yang sudah Mey peroleh. Kami sangat bangga padamu.”

“Insya Allah..Yah,Bu..pesan ibu akan selalu Mey ingat. Mey justru sangat bersyukur memiliki orang tua terhebat seperti ayah dan Ibu.”  Ucap Mey sambil menggandeng ayah Ibunya.

“Ayo kita berangkat.” Ucap Mey setelah mengunci pintu kamarnya dari luar.

Selepas mengantar orang tuanya, barulah Meylani  kembali lagi ke kos dan bersiap-siap untuk mengikuti wirid di mesjid kampus yang diadakan sekali sebulan.

Meylani bertekad untuk selalu giat menimba ilmu, aktif dalam berbagai kegiatan positif di kampushnya. Untuk itu,  Ia selalu menjaga diri dan berhati-hati dalam hidup. Ia bertekad ingin selalu membuat kedua orang tuanya bangga dan bahagia.

SELESAI

 

 

Comments

 

 Powered by Blogger

Theme images by Michael Elkan

LILI SURIADE LOMBA PGRIVISIT PROFILE

Archive

Report Abuse

Tinggalkan Balasan