KMAB 14
Perjalanan Hidup 
Membuat Lamaran Kerja
Oleh Lusia Wijiatun
sumber:tokopedia.com
Sekolah kejuruan yang tempat Tami menuntut ilmu,memang sungguh luar biasa. Setelah selesai pengumuman kelulusan mereka yang dinyatakan lulus masih disuruh datang ke sekolah.
Apa yang mereka lakukan, bukankah pelajaran sudah selesai? Bahkan mereka sudah lulus. Lalu apa yang mereka lakukan di sekolah itu. Jangan salah ya, mereka belajar lagi. Ada ilmu yang belum didapat selama bersekolah.
Mereka belajar dan dibimbing bagaimana caranya membuat surat lamaran kerja. Untuk itu Tami dan teman-temannya masih datang ke sekolah. Mereka datang dengan penuh kegembiraan.
Mereka membuat surat lamaran kerja di sekolah dan dibimbing langsung oleh kepala sekolah. Satu demi satu metreka dibimbing sepenuh hati. Sungguh luar biasa. Dari awal sampai akhir dijelaskan secara terperinci.
Mereka berjumlah 48 orang semua teman sekelas Tami, pak guru dengan sabar memperhatikan satu persatu, hingga mereka selesai.
Surat lamaran harus ditulis diatas segel, tulisan harus tegak bersambung dengan tinta berwarna hitam. Harga segel masih tergolong mahal waktu itu. Maka untuk menghindari kesalahan Tami mencoba menulis di kertas lain terlebih dahulu.
Demikian juga teman-teman Tami, Merekka juga latihan menulis di kertas folio . Karena masih latihan menulis maka kertas yang dibutuhkan juga banyak. Tami pun mempersiapkan buku tebal untuk latihan menulis.
Setelah tulisan rapi dan bagus , maka baru menulis di kertas segel. Penulisan dilkukan dengan hati-hati. Agar tidak salah dalam penulisan. Tapi, namanya juga manusia, tak luput dari kesalahan. Meski sudah berlatih berkali- kali tetap saja salah.
Tami tidak hanya membeli satu kertas segel, Ia membeli beberapa untuk cadangan. Puji Tuhan tidak banyak yang rusak. Tami hanya mengganti kertasnya dua kali, sedangkan teman-temannyan ada yang sampai lima kali.Karena banyak yang belum selesai,maka mereka disuruh menyelesaikan di rumah.
Keesokan harinya, Tami datang lagi ke sekolah untuk mengumpulkan surat lamaran beserta syarat-syaratnya. Begitu pula dengan teman-temannya,mereka disuruh mnegumpulkan surat lamaran kerja untuk menjadi guru di instansi pemerintah di sekolah.
Surat lamaran akan dibawa ke propinsi oleh pihak sekolah. Mereka disuruh menunggu kapan waktunya harus berangkat ke Propinsi.
Sambil menunggu panggilan tes dari propinsi Tami membantu ibunya berjualan. Tami diberi uang saku lebih agar bisa ditabung. Yang nantinya akan digunakan untuk biaya transportasi ke Propinsi.
Tami semakin rajin membantu ibunya, tiap selesai pekerjaaj di rumah tami langsung ke pasar. Terkadang memetik cabe dilakukan dipasar, bial selesai langsung diantar ke tempat penggilingan. Sedangkan pekerjaan lainnya dilanjutkan di rumah.
Sambil membantu ibu, Tami selalu mencari informasi dari teman-teman atau dari siaran radio,tentang tes. Ia selalu berharap kapan ya, ia mengikuti tes penerimaan guru di instansi pemerintah. Ia sangat berharap menjadi guru yang bertugas di pemerintahan.
Pastinya sangat senang bila sudah menjadi guru, paling tidak Tamimsudah mewujudkan harapan ibunya. Semoga tidak lama lagi Tami memndapat panggilan tes penerimaan guru yang memang sangat dibutuhkan saat itu.







