KMAB 26
Perjalanan Hidup
Pindah Tugas
Oleh Lusia Wijiatun

Sumber : https://sman1pare.sch.id/
Sertifikat adalah bentuk pengakuan atas satu set kemampuan tertentu misalnya pada guru, atau profesi lainnya.
Sejak mempunyai sertifikat pendidik, Bu Tami semakin bersemangat dalam meaksanakan tugasnya. Apalagi anak-anaknya sudah besar dan sudah mulai remaja dan sudah bisa mandiri.
Setelah satu tahun bu Tami memperoleh sertifikat pendidik, bu Tami pindah tugas di tempat lain yaitu di sekolah yang pelaksaan pembelajarannya di pagi hari. Selama ini Bu Tami bertugas di SD sore.
Perlunya suasana baru agar tugas dan kemampuan semakin meningkat. Di tempat tugas yang baru Bu Tami akan berusaha lebih baik lagi. Apalagi sekolah tersebut merupakan salah satu seolah favorit yang ada di kota itu.
Di Tempat tugas yang baru Bu Tami juga mendapat tugas mengajar di kelas 6. Berbeda dengan sekolah sebelumnya, di sekolah ini siswa berasal dari dalam kota. Siswanya juga lebih banyak dan lebih besar.
Pada awalnya BuTami kaget melihat siswa di sekolah itu. Lama kelamaan Bu Tami terbiasa dan akrab dengan murid-muridnya. Akrab dalam arti dekat namun terbatas. Saat di kelas belajar dengan serius, saat istirahat pun dapat bersama-sama saling menyapa.
Menjelang makan siang pun terkadang bersama-sama dengan situasi yang akrap. Begitulah suasana di sekolah yang baru. Menjelang akhir tahun serasa berat untuk berpisah, tapi anak-anak harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
Selain menjadi guru kelas enam, bu Tami juga mendapat tugas sebagai pendamping siswa pada kegiatan ekstrakurikuler yaitu Ekskul mata pelajaran matematika.
Kegiatan ekskul dilaksanakan setelah pulang sekolah. Pada kegiatan ekskul tersebut Bu Tami beruasaha agar anak tersebut siap berkompetensi dengan sekolah lain dari kecamatan , kabupaten maupun provinsi.
Tahun berikutnya, ketika ada kegiatan olimpiade guru, Bu Tami pun mendapat tugas untuk mengikuti olimpiade tersebut. Bu Tami mendapat tugas olimpiade matematika, sama seperti ekskul yang dilakukannya di sekolah.
Saat olimpiade, bu Tami merasa kecil sekali, karena peserta lain marupakan guru-guru muda. Yang mungkin ilmunya lebih baik. Karena belum ama menjadi guru, mungkin masih ingat pembelajaran saat-saat kuliah.
Sedangkan Bu Tami guru yang sudah lama, katankanlah senior. Yang sudah mulai lupa dengan pembelajaran ketika di sekolah atau saat kuliah.
Bu Tami melihat ke kiri dan ke kanan , semua hampir selesai, bahkan sudah ada yang mulai keluar ruangan. Bu Tami mulai gelisah, iapun menarik nafas dalam-dalam. Lalu mengerjakan soal-soal berikutnya, kan masih ada waktu.
Waktu mengerjakan soal hampir berakhir, Tiba-tiba Bu Tami berdiri dan mengumpulkan kertasnya. Tak lama kemudian bell tanda selesai pun berbunyi. Para peserta keluar dan beristirahat.
Saat istirahat para peserta mendapat makan siang. Bu Tami bersama peserta yang lain menikmati makan siangnya. Setelah makan siang, para peserta boleh menunggu pengumuman atau kkalu ada yang mau pulang juga dipersilahkan.
Beberapa peserta mulai beranjak dari tempat itu, Namun msih banyak peserta lain yang masih menunggu. Bu Tami pun masih berada di situ, ia juga akan mengetahui siapa yang menjadi juara. Supaya dapat melaporkan pada kepala sekolah. Apapun hasilnya harus dapat diketahui hari ini, pikr Tami dalam hatinya. Menang atau kalah itu hal yang biasa, Juara atau tidak yang penting ikut berpartisipasi.
Karena lam menunggu, bu Tami akan beranjakm dari tempat duduknya. Ia akan pulang, namun baru saja mau pulang tiba-tiba ada pengumuman pemenang.
Pengumuman dimulai dari tingkat SMP terlebih dahulu, dimulai dari juara ketiga, kedua dan pertama. Begitu juga untukm guru SD, pengumuman mulai dari juara tiga dan kedu. Merasa Nmanya rtidak disebut pada juara tiga dan dua maka bu tami berdiri dan berjalan menuju parkiran.
Namun ketika akan mengambil motor, sayub-sayub terdengar namanya disebut. Bu Tami memasang telinganya serasa tak percaya. Saat itulah Temannya berteriak dan memberitahu bahwa bu Tani mendapat juara pertama pada olimpiade guru, dalam bidang studi Matematika.
Senyum tersungging dibibir, terimakasih Tuhan, segala Puji Bagi-MU. Begitulah tugas sebagai guru di tempat tugas yang baru.







