Mengikuti Rakor STQH Provinsi di Karimun yang Dihadiri Wagub Kepri

UNTUK persiapan STQH (Seleksi Tilawatil Quran dn Hdits) ke-10 Provinsi Kepri tahun 2023 inilah pertama kali rapat koordinasi antara LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Provinsi sebagai pelaksana STQH Provinsi dengan Pemda Kabupaten Karimun khususnya LPTQ Kabupaten Karimun sebagai tuan rumah dan pelaksana STQH Tingkat Provinsi di Kabupaten Karimun. Hari Selasa (21/02/2023) bertempat di ruang rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun dilaksanakan Rakor (Rapat Koordinasi) antara Pemda Provinsi Kepri –diwakili Wakil Gubernur Kepri– dengan Pemda Karimun sebagai tuan rumah STQH ke-10 Tingkat Provinsi tahun 2023 itu. Saya, sebagai Wakil Ketua Harian LPTQ Kabupaten Karimun bersama Ketua Harian dan beberapa pengurus harian lainnya ikut dalam rapat penting ini.

Pada Rakor tersebut dari Provinsi Kepri hadir Wakil Gubernur (Wagub) Kepri yang sekaligus sebagai Ketua Umum LPTQ Provinsi Kepri, Ibu Marlin Agustina. Bersama Bu Wagub ada Ketua Harian LPTQ Provinsi, Pak T. Dahlan serta beberapa staf LPTQ Provinsi Kepri. Ada juga Kabiro Setda Provinsi Kepri, Pak Ayub dan beberapa staf Kantor Gubernur yang berkaitan dengan pelaksanaan STQH Provinsi Kepri. Sementara dari Pemda Karimun langsung dipimpin oleh Sekda Kabupaten Karimun, Pak Muhammad Firmansyah dan hadir beberapa orang Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Kabag Kesra dan Ketua Harian LPTQ Kabupaten bersama beberapa pengurus LPTQ Kabupaten Karimun itu.

Beberapa agenda yang dibahas antara lain jadwal pelaksanaan STQH Provinsi Kepri tahun 2023, penetapan logo STQH Provinsi Kepri tahun 2023 serta beberapa rencana kegiatan dalam pelaksanaan STQH ke-10 Provinsi Kepri nantinya. Tentang kegiatan yang dibicarakan, selain kegiatan pawai taaruf akan ada juga bazar dan pawai kendaraan hias. Namun dua kegiatan terakhir ini kemungkinan tidak akan diwajibkan kepada semua kabupaten/ kota di Kepri mengingat jauhnya jarak tempuh tempat tempat dihelatnya STQH –di Kabupaten Karimun– berbanding daerah kabupaten/ kota yang ada di Provinsi Kepri. Seperti Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas dan Lingga, misalnya begitu jauh dari Kabupaten Karimun. Untuk ini, rapat menyepakati bahwa kabupaten/ kota yang jauh tidak wajib mengikuti lomba Pawai Taaruf, Kendaraan Hias dan Bazar. Hanya, semua kabupaten/ kota akan dihimbau untuk ikut.

Bu Wagub dalam penjelasannya mengingatkan dan meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan STQH untuk bekerja dengan baik agar pelaksanaan STQH nantinya dapat berjalan dengan baik. Lebih dari itu semua, Bu Wagub sangat berharap agar STQH nanti akan melahirkan para qori-qoriah dan ahfizh-hafizhah yang handal untuk dapat mengikuti STQH Tingkat Nasional dengan hasil yang baik juga. Tentang peserta, dia juga mengingatkan agar mengutamakan anak-anak Kepri sendiri dari pada mendatangkan dari luar namun tidak bisa menjadi wakil Kepri di Nasional.

Hal penting lain yang disampaikan oleh Bu Wagub adalah tentang anggaran dalam bentuk bantuan hibah ke LPTQ Kabupaten Karimun sebagai pelaksana STQH nantinya. Dari LPTQ Provinsi akan diberikan bantuan hibah sebesar Rp 800 jt kepada LPTQ Kabupaten Karimun. Demikian orang nomor dua Kepri itu menjelaskan dalam pemaparannya. “LPTQ Provinsi membutuhkan dana yang cukup besar untuk persiapan STQH Tingkat Nasional. Jadi, kita tidak bisa memenuhi semua usulan dari Karimun,” jelasnya.

Meskipun demikian, anggaran yang disampaikan itu akan sangat membantu tuan rumah dalam pelaksanaan STQH Tingkat Provinsi nantinya. Bagaimanapun untuk pelaksanaan kegiatan ini memerlukan biaya yang cukup besar. Pemda Karimun melalui LPTQ Kabupaten Karimun juga menganggarkan dana yang lumayan besar agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancer.

Pak Firman yang memberikan ekspos tentang rencana kegiatan STQH menyatakan bahwa Kabupaten Karimun sudah siap untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan STQH Provinsi Kepri tahun 2023. Pak Sekda juga menjelaskan tentang rencana penggunaan hotel untuk pemondokan oleh tiap-tiap kabupaten/ kota yang akan ikut dalam STQH nantinya. “Insyaallah hotel sangat cukup untuk seluruh kafilah STQH se-Provinsi Kepri,” katanya. Beberapa kabupaten/ kota sudah ada yang datang ke Karimun untuk menantukan hotel yang akan dipakai nantinya. Begitu dia menjelaskan.

Rapat ditutup menjelang salat zuhur. Diakhiri dengan berfoto para pejabat. Pemda Karimun akan menindaklanjuti hasil-hasil rapat koordinasi ini menjelang akan dilaksanakannya STQH Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun. Sebagai salah seorang peserta rapat, komitmen inilah yang menurut saya yang jauh lebih peting.***

Tinggalkan Balasan