SETIAP manusia pasti bersalah. Dari kesalahan pula akan timbul dosa. Oleh karena itu Tuhan memberi umat-Nya kesempatan untuk bertobat, agar dosa beroleh ampunan-Nya. Bagaimanapun dosa-dosa yang tidak atau belum mendapatkan ampunan Allah sudah pasti kelak di akhirat akan mendapatkan balasannya.
Kita memang perlu dan harus saling mengingatkan. Tentang dosa-dosa yang entah sadar atau tidak sudah kita lakukan. Walaupun ada kesempatan bertobat sebagai permohonan pengampun dosa, alangkah lebih baik kita tidak dengan sadar melakukan dosa. Intinya jangan berdosa dalam kesadaran kita. Itu artinya sengaja berbuat dosa. Makanya perlu saling mengingatkan. Artinya mengingat dan saling mengingatkan tentang akan terjadinya dosa pada kita. Dan dosa-dosa tertentu malah bisa berbuah malapetaka semasa kita masih di dunia ini.
Kita selalu diingatkan oleh para dai dan guru-guru kita bahwa ada dosa yang ganjarannya tidak hanya diterima di akhirat nanti, tapi juga di dunia ini. Akhirat sebagai hari pembalasan –dosa dan pahala– sudah pasti akan kita terima ganjaran dosa atau pahala yang kita buat semasa di dunia ini. Tapi ternyata ada dosa yang balasannya dapat menimpa kita pada saat ini juga. Saat kita masih berada di dunia fana ini. Tidak perlu menunggu di yaumil akhir nanti.
Menyitir tulisan yang diposting di hajinews.id hari Senin (25/10/2021) berjudul Hikmah Pagi : 2 Dosa yang Disegerakan Balasannya di Dunia membuat kita harus waspada dan terus berjaga-jaga agar dosa ini tidak terlanjur kita lakukan. Nauzubillah, kita berharap Allah melindungi kita dari dosa-dosa ini.
Dosa apa saja yang perlu ekstra hati-hati kita menjaga diri kita dan juga keluarga kita, itulah dosa durhaka kepada orang tua dan dosa berzina. Ternyata dosa durhaka kepada orangtua dan dosa zina akan disegerakan hukumannya di dunia ini oleh Allah. Sudah banyak kita lihat atau kita dengar orang-orang durhaka kepada orang tuanya mendapatkan azab dari Allah. Kisah legenda Malin Kundang adalah cerita yang menggambarkan azab yang diterima oleh anak yang durhaka kepada orang tua (ibunya).
Durhaka kepada orangtua sungguh sangat memprihatinkan sekaligus sangat menakutkan. Keprihatinan kita adalah karena ternyata ada yang salah kaprah. Sebagian orang menyangka bahwa durhaka itu sebatas bila si anak memukuli orang tua, atau mengusir orangtua, atau menghinakannya di depan umum. Itu contoh yang dijelaskan artikel di atas. Bisa kita tambahkan misalnya, tidak membantu belanja ketika orang tua kesulitan sementara anaknya berkecukupan. Atau contoh lainnya yang pada hakikatnya adalah durhaka kepada orang tua.
Beberapa sikap seumpama dengan sesuka hati mencampuri urusan pribadi orangtuanya, mengendalikan orang tuanya semata untuk kepentingannya, membentak orangtuan bahkan sekadar mengatak ‘cis’ atau ‘ah’ saja, memarahi orangtua, dan tentu masih banyak lagi. Itu semua dapat dikategorikan sebagai durhaka kepada orang tua. Nauzubillah, kita terus bermohon agar Allah memelihara kita dari sikap-sikap itu.
Sikap-sikap seperti itu sesungguhnya tidak ditetapkan Allah semata karena Allah tahu itu tidak baik, namun yang harus kita camkan adalah bagaimana perasaan orang tua yang jasanya tidak akan tergantikan oleh anak-anaknya dengan apa jua, justeru disakiti. Bagaimana rasanya perasaan mereka? Itulah yang sesungguhnya harus kita perhatikan sebagai anak-anaknya.
Dosa kedua yang Allah akan berikan balasannya selagi kita masih berada di dunia adalah dosa berzina. Ada banyak kejadian perihal orang berzina yang tiba-tiba mendapatkan azab dari Allah. Sudah banyak terjadi, dosa zina selain mendapat cercaan, hinaan dan bahkan penganiayaan dari manusia tapi azab yang didatangkan Allah terkadang lebih dahsyat menimpanya. Bagaimana kehidupan penzina yang tidak nyaman, banyak kesulitan hidup, dibenci masyarakat dan tidak mustahil tiba-tiba mendapatkan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Bisa membawa ke ajalnya, nauzubillah. Itulah bukti kalau dosa itu balasannya dapat menimpa kita saat kita masih di dunia.
Kita ingat ada hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hikam Nabi mengatakan, “Ada dua pintu (dosa) yang hukumannya disegerakan di dunia yakni zina dan durhaka.” Sangat jelas dan tegas makna hadits itu bahwa dua dosa ini akan segera Allah berikan balasannya. Selain kelak di akhirat tetap akan mendapatkan azab atas kedua dosa ini, di dunua pun sudah Allah berikan azab-Nya. Nauzubillah.
Zina yang berarti melakukan perbuatan terlarang antara laki-laki dan perempuan hendaknyalah kita jauhi. Sekuat apapun godaan untuk melakukan zina, hendaklah kita berusaha untuk menghindarinya. Selalu kita berdoa agar kita dipelahara Allah agar tidak terjerumus dalam dosa zina. Begitu pula durhaka yang berarti melawan atau tidak mengikuti apa yang disuruh orang tua, akan sangat nyata azab dari Allah pada saat kita masih berada di dunia ini. Baik pernah kita saksikan sendiri atau mendengar atau membaca dari pemberitaan, betapa orang-orang durhaka kepada orang tuanya mendapat azab dari Allah sebagai balasan. Nsuzubillah, kita berharap Allah melindungi kita dri dosa-dosa itu.***








Terima kasih ayahnda,suatu inspirasi yang teramat berharaga.