25. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN

KMAB, Literasi, Pantun829 Dilihat

Pohon pauh biji melekat,

Dijual orang ke tengah kota,

Dahulu jauh kini mendekat,

Orang seberang di depan mata.

 

Beli gula di akhir pekan,

Bawa pulang letakan di sudut,

Kalau itu yang puan niatkan,

Semoga bulan depan segera terwujud.

 

Pemimpin berani berwatak arkan,

Melawat jajahan kota ke desa,

Saya di sini tolong aminkan,

Dimakbul Tuhan dapat merasa.

 

Mendaki bukit tinggi menjulang,

Harus waspada turunnya embun,

Rasa hati sangatlah senang,

Bertemu dengan guru serumpun.

 

Ombak beralun tampak sekata,

Dilempar pukat perahu bergoyang,

Di medan pantun berkenalan kita,

Semakin dekat bertambah sayang.

 

Bermain budak di tengah pekan,

Gasingnya ligat makin bertambah,

Hilang tidak rajukpun bukan,

Sekadar terpikat pantun digubah.

 

Busana kebaya bersulam indah,

Kiriman hantaran kunjungan dinanti,

Terpaut jiwa pantun digubah,

Mekar setaman di dalam hati.

 

Busana batik pilihan nyonya,

Jalan melenggang membawa pelita,

Berkenalan sudah di alam maya,

Tak sabar bertemu di alam nyata.

 

Bunga cempaka bunga kenanga,

Suntinglah oleh dara jelita,

Hajat hati berbunga bunga,

Ingin bersua bertentang mata.

 

Kalau tikar anyamlah teliti,

Berilah satu buat tunangan,

Kalau mekar di taman hati,

Petiklah satu buat kenangan.

 

Bunga melati gubahan dara,

Sama terhias mawar berduri,

Menilik hati luahan bicara,

Pantun berkias pengganti diri.

 

Cik Rokiah namalah beri,

Orangnya hebat bijak berpantun,

Walau kita tinggal satu negeri,

Belum pernah santun menyantun.

 

Sungai di tuba hitam airnya,

Ikan melimpah luar tebingan,

Dengan hamba tak perlu rasanya,

Hanya menambah sakit pandangan.

 

Hati terpikat gadis jelita,

Waris menteri besusuk lampai,

Walaupun dekat jauh di mata,

Sama negeri sukar kugapai.

 

Pergi berburu ke Pulau Jawa,

Puas mencari sirih kerakap,

Bicara lucuĀ  bisa ketawa,

Terusik hati madah terungkap.

Tinggalkan Balasan