5. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN

KMAB, Literasi, Pantun1526 Dilihat

Orangnya rendah gadis bersantun,

Bicara ramah wajah berseri,

Kalam bermadah bicara berpantun,

Erat ukhwah serumpun negeri.

 

Bunga laut bunga alur,

Tumbuh di samping pohon brastagi,

Tuan/puan cikgu slamat tidur,

Siapkan energi berpantun esok pagi.

 

Kancil mati dimakan buaya,

Kulit buaya dibawa ke Belanda,

Kalau boleh saya bertanya,

Nah apa arti MINDA.

 

Main di kali mengayuh sampan,

Agar tak panas pergilah pagi,

Selamat istirahat tuan dan puan,

Esok kita berjumpa lagi.

 

Hinggap merpati di tanah pamah,

Mudik terbang ke hujung bendang,

Sayang terasi tidak kujamah,

Gatal hidung resedung mengundang.

 

Pagi hari berolahraga,

Sambil berdendang mainkan gitar,

Memang hebat ibu @NBP73 ,

Membaca pantunnya hati bergetar.

 

Si manis pakai kebaya,

Kebaya di buat di kota Bandung,

Indonesia Malaysia saudara,

Boleh tahu arti RESEDUNG.

 

Pergi berburu anak pangeran,

Senja hari mudik ke kota,

MINDA itu ertinya PEMIKIRAN,

Menjadi paksi bestari pendeta.

 

Rimbun kemumu di celahan bangku,

Mentari terik cahaya serasi,

RESEDUNG bertamu gatal hidungku,

Kerana elegik ramuan terasi.

 

Ubatan tradisi, akar seruntun,

Diamal selalu, berpasak ibadah,

Mazhab tertinggi, ilmu berpantun,

Selami ilmu, ungkapan terindah.

 

Lambat kekura ditinggal paduka,

Tiada beralah naiki rusa,

Hati gembira berpantun seloka,

Diriku hanyalah guru biasa.

 

Kancil buaya salinglah iri,

Ular cobra sangatlah berbisa.

Janganlah Tuan merendah diri,

Guru bisa ala biasa.

 

Mawar berduri gubahan nyonya,

Cantik berona tampak berseri,

Empunya diri elok madahnya,

Dari mana asalnya negeri?

 

Sungguh manis buah kuini,

Daunnya sangat disukai kambing dan rusa,

Sedangkan guru biasa saja sudah seperti ini,

Apatah lagi kalau guru bahasa.

 

Ratu lebah membawa sengat,

Terbang bersama burung pelatuk,

Sudah malam masih semangat,

Apakah bapak ibu belum mengantuk?

Tinggalkan Balasan