van3ssa-flower-box-6784856_1280
Ramadhan: Hari-Hari yang Menenangkan Hati
Day 5 — Syukur Kecil yang Menguatkan Langkah
(Catatan Ramadhan)
Hari kelima Ramadhan saya awali dengan perasaan yang hangat.
Ada syukur kecil yang datang tanpa direncanakan—hadiah dari mahasiswa berupa baju batik, sebuah tumbler, dan biscuits. Tidak mewah, namun terasa istimewa. Bukan semata pada bendanya, melainkan pada perhatian dan niat baik yang menyertainya.
Saya menyimpannya dengan senyum. Ternyata, hal-hal kecil seperti ini mampu menguatkan langkah dan mengingatkan saya bahwa apa yang dijalani hari ini memiliki makna bagi orang lain.
Di pertengahan pekan, tubuh dan hati mulai saling menyapa. Tubuh memberi tanda agar lebih didengarkan, sementara hati meminta ruang untuk berhenti sejenak. Saya menjalani hari dengan ritme yang lebih pelan—mengurangi tergesa, memperbanyak penerimaan.
Siang hari saya gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan ringan, membaca, dan menata kembali rencana-rencana yang sempat berlarian di kepala. Tidak semua harus segera diputuskan. Ada yang cukup diserahkan, sembari terus diikhtiarkan.
Menjelang berbuka, hari ini kami memilih makanan yang lebih mengenyangkan. Sate kambing dan tongseng tersaji untuk kami berdua—saya dan anak saya. Hidangan berat terasa pas setelah seharian menahan lapar. Tongseng sengaja kami sisakan, agar bisa dinikmati kembali saat sahur. Ada rasa lega mengetahui bahwa hari esok sudah disiapkan sejak hari ini.
Saat berbuka, saya kembali diingatkan bahwa kebersamaan sederhana di meja makan adalah salah satu bentuk nikmat yang sering luput disadari.
Hari kelima ini saya tutup dengan satu kesadaran:
tidak semua syukur datang dalam bentuk besar. Sebagian hadir diam-diam, cukup disadari agar terasa.
Jonggol, Senin, 23 Februari 2026
Nani, pecinta literasi
SELF REMINDER
“Syukur tidak selalu berbunyi nyaring; kadang ia hadir pelan, cukup untuk menenangkan hati.”
“Ketika tubuh didengarkan dan hati diberi jeda, ibadah menemukan ritmenya sendiri.”
“Apa yang kita siapkan hari ini, sering kali menjadi kemudahan untuk esok hari.”





