Aku Hanya Bisa Mengikuti Alur Waktu

Terbaru342 Dilihat

Aku Hanya Bisa Mengikuti Alur Waktu

Pagi pukul 4.15, driver dari Seskoal yang kebetulan tetangga cluster sudah siap di depan rumah. Aku segera turun dengan backpack dan laptop di tangan. Putraku yang masih ngantuk membukakan pintu rumah dan gerbang mengantarku ke depan menuju mobil sedan dinas berwarna abu-abu yang sudah siap untuk berangkat.

Aku meminta putraku untuk mengunci kembali gerbang dan pintu rumah karena masih pagi. Dia mencium tanganku dan menuju lantai dua untuk tidur lagi.

Aku memasuki mobil dan duduk di belakang driver. Doa berangkat kerja aku ucapkan dalam hati berharap perjalananku ke Seskoal aman, lancar dan tepat waktu.

Di dalam perjalanan aku berusaha memejamkan mata namun sulit untuk terpejam karena pikiranku masih melayang-melayang ada satu materi yang belum aku siapkan untuk mengajar di Seskoal karena ada masalah koneksi internet. Aku berencana menggabungkan beberapa materi yang hanya sedikit dan masih berhubungan ke dalam word, namun belum berhasil juga. Masih bersyukur malam hari aku bisa share pelajaran video ke siswa dan ke operator di ruang dosen. Siswa masih bisa melihat video yang akan aku bahas.

Mendekati Seskoal aku mulai mengantuk dan sempat tertidur 15 menit dan membuatku segar. Driver memarkirkan mobil di depan masjid dan kami segera turun untuk sholat Subuh.

Aku lihat dua orang yang sedang mengaji. Aku lihat jam di HP ku menunjukkan pukul 05.20. Masih bisa sholat Subuh walau agak kesiangan. Aku percaya Allah SWT memaafkanku dan masih menerima doa-doaku.

Selesai sholat Subuh aku kembali ke mobil dan bapak driver sudah siap untuk mengantarku di depan gedung dosen. Hanya lima menit mobil sudah sampai dan aku berpesan kepada bapak driver untuk menjemputku kembali pukul 07.30 karena aku harus segera kembali ke Mabesal untuk mengajar kelas TOEFL.

Menaiki tangga menuju lantai dua dengan dua tas jinjing serasa berolah raga di pagi hari. Aku memasuki ruangan dosen dan aku lihat mba Nutri sudah siap menyambutku.

Mbak Nutri segera membuatkan teh hangat untukku. Mba Nutri anggota operasional pengajaran (opsjar) sangat baik kepadaku, serasa aku memiliki adik sekaligus sahabat.

Aku duduk sejenak dan mengeluarkan laptopku. Aku nyalakan laptopku dan segera terhubung dengan internet. Barulah aku menggabungkan materi yang belum berhasil aku kerjakan di malam hari dan ketika aku di mobil. Alhamdulillah hanya lima menit materiku sudah siap dan aku berikan ke mba Nutri untuk nanti ditayangkan operator pada saat aku mengajar. Teh aku minum menghangatkan tenggorokanku.

Lima menit sebelum pelajaran dimulai aku sudah memasuki ruangan kelas yang sangat luas dan aku lihat beberapa perwira siswa (Pasis) yang sudah hadir. Mereka mengucapkan selamat pagi dalam bahasa Inggris dan aku sambut ucapan mereka dengan suka cita.

Aku sangat menghargai mereka yang berniat belajar dengan sungguh-sungguh walau Bahasa Inggris mereka belum terlalu bagus, mereka berani menggunakannya.

Pukul 06.00 aku memulai pelajaran dan diruangan sudah hadir para pasis yang siap menerima pelajaran. Pelajaran aku mulai dengan menanyakan keadaan mereka dan sedikit merefresh pelajaran sebelumnya. Pelajaran Kamis lalu mendeskripsikan salah satu keluarga mereka yang memotivasi mereka hingga mereka dapat berhasil dalam karir mereka.

Pelajaran berikutnya mereka mendeskripsikan tentang pekerjaan impian mereka selain menjadi Navy atau Army.

Aku putarkan video dan aku minta mereka menirukan kosa kata tentang profesi dan kegiatan yang dikerjakan oleh para model yang ada di video. Kemudian aku buat games tebakan tentang profesi. Aku mendeskripsikan pekerjaan dan pasis menebak profesi yang tepat sesuai deskripsiku.

Sebagai penutup aku meminta mereka membuat kalimat present continuous tense dan aku yang membuka pertanyaan,”What are you doing?”

Lumayan, mereka masih ingat pelajaran grammar dari guru sebelumnya. Pukul 06.55. pelajaran selesai dan aku persilakan mereka untuk mengikuti pelajaran inti di hari itu.

Aku keluar dari kelas dan istirahat sejenak di ruang dosen. Tidak berapa lama mba Nutri datang sambil membawa tepak tempat nasi dan lauk untuk sarapanku. Mba Nutri mempersilakan aku untuk menikmati masakannya, tempe, tahu dan telor penyet dengan sambal bawang. Aroma sambal menusuk hidungku membuat napsu makanku tidak bisa aku tahan lagi.

Sarapan yang masih hangat segera aku nikmati dan sesekali aku minum air mineral yang juga disiapkan mba Nutri. Lezat sekali makanan sederhana yang disajikan oleh sahabat dengan penuh ketulusan. Aku tidak bisa menghabiskan nasi dan lauknya karena cukup banyak. Aku minta ijin mba Nutri untuk aku bawa ke kantorku di Mabes untuk aku lanjutkan makannya, karena jam sudah menunjukkan pukul 07.25. Sebentar lagi bapak driver menjemputku.

Aku segera mengemasi laptop dan beberapa buku catatan dan aku masukkan ke backpackku. Tidak lupa makanan dari mba Nutri juga aku bawa. Mba Nutri mengantarku ke lantai satu menuju depan gedung perpustakaan. Driver mobil menghampiriku dan membantu membawakan backpack-ku hingga menaiki mobil sedan yang sudah terparkir di depan ruang perpustakaan.

Aku lambaikan tangan ke mba Nutri, dan sedan perlahan-lahan meninggalkan Seskoal. Di dalam perjalanan aku masih berfikir materi yang akan aku ajarkan di kelas TOEFL. Jika sesuai jadwal pelajaran hari itu Reading. Namun aku tidak ingin menggunakan materi yang ada di buku. Aku ingin memberikan Reading dari British Council yang sudah aku download beberapa hari lalu.

Aku baca beberapa topik yang menurutku cukup menantang bagi mereka karena banyak kosa kata baru juga idiom. Aku sudah siapkan dua materi reading. Hatiku cukup tenang. Semoga semuanya sesuai agenda yang telah aku rencanakan.

Aku sampai Mabes pukul 08.30. Terlambat 1 jam untuk mengajar. Pada saat dalam perjalanan ke Mabes, aku sudah pesan kepada mereka jika aku akan terlambat dan aku meminta mereka belajar mandiri yang kebetulan mereka banyak dapat tugas dari guru-guru lain.

Ketika aku sampai di ruanganku, aku sempatkan mereka untuk menengok kelas. Aku melihat mereka sedang mengetik di blog mereka dan ada juga yang sedang mendengarkan percakapan dalam bahasa Inggris. Aku menjadi tenang karena mereka serius mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Aku persilakan mereka untuk istirahat sejenak untuk bminum kopi atau teh atau membawa minuman di kelas agar lebih rileks.

Kelas TOEFL memang kelas khusus bagi para perwira yang akan sekolah keluar negeri. Para siswa memiliki level intermediate dan advance. Jadi lebih mudah untuk mengajarnya. Mereka sangat bertanggung jawab, namun mereka lebih bersemangat jika ada guru yang menemaninya. Aku berencana untuk segera mengajar dan aku kembali ke ruangan untuk membawa buku pelajaran dan laptop yang akan aku gunakan untuk mengajar. Ketika aku hendak keluar ruangan tiba-tiba bosku memasuki ruangan dan memberiku tugas untuk membuat amanat dalam bahasa Inggris tentang Zona Integritas.

Segera aku mengurungkan untuk masuk ke kelas. Aku memberi tahu di group siswa jika aku tidak bisa mengajar di kelas namun aku memberi tugas mereka untuk membaca buku mereka dan mengerjakan dua materi reading yang sudah aku siapkan ketika perjalanan ke kantor. Aku mengeprint kedua materi tersebut dan meminta salah satu siswa untuk masuk ke ruanganku dan memperbanyak materi tersebut untuk siswa.

Aku harus segera menyelesaikan amanat itu agar aku bisa segera masuk kelas. Tidak berapa lama ada tamu lagi yang meminta bantuan untuk dibuatkan surat keterangan test bahasa Inggris untuk kenaikan pangkat. Aku tidak dapat menolaknya namun aku menjanjikannya untuk mengetiknya setelah saya selesai membuat amanat dan akan memberi tahu jika surat keterangan itu sudah jadi. Untung tamu itu mengerti dan mempersilakan aku untuk melanjutkan pekerjaanku. Aku boleh membuatkan surat itu besok karena satuan kerja dia lumayan jauh dari Mabes. Aku meminta maaf dan berterima kasih atas pengertiannya. Aku meminta no teleponnya untuk nanti aku hubungi kembali jika pesanannya sudah selesai.

Sesekali aku masuk kelas dan berkeliling melihat apa yang sedang mereka kerjakan. Mereka tampak kurang mood karena tidak ada guru yang menemani belajar karena kelas terasa statis. Biasanya jika aku di kelas aku berusaha memberikan materi dan langsung mendiskusikannya. Kadang aku berdiskusi tentang pelajaran yang belum mereka mengerti. Ternyata apa yang aku rencanakan untuk mengajar tidak dapat terlaksana dengan lancar. Setiap hari selalu ada yang perubahan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Aku hanya berusaha mengikuti alur waktu dan menerima apa yang ada dihadapanku karena aku tidak bisa memilih.

Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP.

Tinggalkan Balasan

1 komentar