Pada postingan kali ini, saya kembali ingin membagikan beberapa praktek pembelajaran yang bisa dilakukan selama masa daring. Terutama bagi para guru sains, pembelajaran daring ini janganlah menjadi alasan untuk tidak melaksanakan praktikum sama sekali. Karena sejatinya sains itu dekat dengan kita. Bahkan bahan-bahan dan alat-alat di dapur pun bisa kita gunakan sebagai media praktikum.
Konsep Reaksi Redoks
Kali ini saya ingin mengenalkan konsep reaksi redoks kepada teman-teman semua. Seperti yang kita tahu, reaksi redoks merupakan salah satu reaksi kimia yang terjadi di keseharian. Merupakan singkatan reaksi oksidasi-reduksi. Sederhananya contoh reaksi ini adalah paku yang berkarat serta mencoklatnya apel yang sudah dikupas dan dibiarkan kontak terbuka dengan udara.
Di kelas X SMA, kita mengenalkan konsep ini berdasarkan pengikatan-pelepasan oksigen, pengikatan-pelepasan elektron, hingga turun naiknya bilangan oksidasi. Sebagai guru biasanya kita fokus mengajarkan anak-anak kita untuk mahir menghitung bilangan oksidasi, baik itu pada keadaan unsur bebas, senyawa ataupun ion. Namun akhirnya koneksi materi ini dengan keseharian seakan terputus.
Praktikum: Metode Pembelajaran Secara Kontekstual
Untuk membuat siswa semakin sadar akan keterkaitan materi reaksi redoks dengan kehidupan, kita bisa menggunakan model pembelajaran kontekstual dengan metode praktikum. Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and learning (CTL) adalah konsepbelajar dengan mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari- hari.
Lalu selama daring ini, apakah sulit untuk melaksanakan praktikum? Ternyata mudah. Dengan mengandalkan barang rumah tangga, siswa bisa melihat sulap kimia di aplikasi reaksi redoks dengan modal betadine dan vitamin C saja. Serta percobaan lainnya yang menggunakan uang koin, garam, dan pemutih pakaian. Berikut beberapa reaksi redoks yang bisa dilaksanakan sebagai Home Redox Reaction:
- Reaksi redoks betadine dengan vitamin C
Siapkan betadine dan vitamin C. Tuangkan beberapa tetes betadine ke dalam gelas yang berisi air. Terlihat gelas berwarna seperti air teh. Masukkan beberapa potong vitamin C. Aduk dan lihat hasilnya! Ajaib, warna air di gelas tadi berubah bukan?
Pada praktikum ini terdapat konsep reaksi redoks, yaitu vitamin C yang mengandung asam askorbat (C6H8O6). Asam askorbat ini mampu bereaksi dengan ion yang terdapat pada air. Di sini terlihat adanya reaksi redoks dengan tereduksinya iodin yang terdapat pada betadine dengan indikasi warna iodin yang menghilang/ warna air teh memudar dan kembali menjadi bening. Sangat menarik bukan?

2. Reaksi PK dengan Bawang Merah
Ada yang tahu apa itu PK? PK yaitu kalium permanganat warnanya ungu dan biasa terdapat di apotek sebagai obat pemAu tadi. Amati apa yang terjadi! Warnanya ternyata berubah. Dan untuk mempercepat terjadinya reaksi, kita bisa menambahkan air aki sebagai katalis pada suasana asam. Dan teman-teman bisa bandingkan perubahan warnanya, mana yang lebih cepat. Berikut reaksi yang terjadi pada reaksi redoks PK dengan bawang merah. Teman-teman bisa menentukan berapa harga masing=masing bilangan oksidasinya? Lalu tentukan mana reaksi oksidasi dan mana reaksi reduksinya!

Demikian beberapa reaksi redoks dengan memanfaatkan bahan rumah tangga. Sangat menarik bukan? Masih banyak reaksi kimia lainnya di keseharian dan bisa kita lakukan eksperimennya, bahkan saat pandemi belajar daring sekalipun.
#LombaBlogPGRIHariKe3









