

PEMUDA HEBAT, PEMUDA YANG CERDAS
NUR AISAH MTSN BANGKALAN
NPA 13342000026
Pemuda dan kecerdasan merupakan dua hal yang harus berjalan seiring. Bagaimana tidak, pemuda yang memang menjadi pilar masa depan bangsa , mereka tidak mempunyai visi ke depan. Sangat tidak mungkin Bangsa sebesar ini dipegang oleh generasi yang lemah.Lemah iman,lemah akhlak, lemah pemikiran, lemah ekonomi, dan sebagainya. Tentu semua ini bukan bimsalatif. Ada proses yang dilalui oleh pemuda dari kecil yang mewarnai dalam perjalanan hidupnya. Orang tua mempunyai peranan penting dalam terbentuknya generasi cerdas ini.
Meninggalkan generasi Lemah dalam bentuk apapun sangat tidak disukai oleh Allah. Lemah iman akan mengakibatkan seseorang mudah terombang ambingkan dan cepat melepaskan keyakinannya.Lemah akhlak akan mengakibatkan seseorang buruk hubungannya dengan orang lain. Lemah ilmu akan mengakibatkan gelapnya menghadapi kehidupan ini. Lemah ekonomi akan mengakibatkan penderitaan dalam hidupnya. bahkan lemah ekonomi juga akan mudah di bujuk untuk meninggalkan agamanya.
Intinya lemah harus dilawan. Karena dengan lemah, hidup seseorang akan mudah diatur orang lain, akan mudah diperdaya orang lain, akan mudah diprovokasi orang lain, akan mudah diadu domba orang lain Hal ini senada dengan firman Allah Q.S. Annisa ayat 9 yang artinya” Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap ( kesejahteraan )mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengatakan perkataan yang benar “.
Kecerdasan yang dimiliki seseorang meliputi beberapa hal. Ada kecerdasan emosional , kecerdasan spritual, kecerdasan intelektual. Bahkan masih banyak lagi ruang lingkup kecerdasan lainnya.Kecerdasan emosional berhubungan dengan keamampuan seseorang mengelola emosinya dan memahami emosi sseorang.Seperi mengerti perasaan seseorang, menghargai orang lain, tidak mudah tersinggung, bertanggung jawab, disiplin dan sebagainya.
Kecerdasan spiritual artinya kemampuan seseorang dalam menyandarkan segala persoalan hidupnya kepada sang kholik dan selalu menata hubungan baik dengan Tuhannya. Sehingga apapun yang dialaminya dihadapi dengan positif thinking. Sedangkan kecerdasan intelektual adalah kemampuan seseorang dalam mengingat, memahami, menganalisa, mengevaluasi dan memecahkan masalah.
kecerdasan yang dimiliki seseorang menjadi modal dalam kehidupannya dalam menghadapi segala tantangan hidup yang dihadapinya. Karenanya, modal dasar itu hendaknya dikembangkan, diarahkan dan di gunakan dengan sebaik-baiknya.
Pemuda cerdas akan memanfaatkan masa mudanya dengan kegiatan positif. Salah satu cara untuk menumbuhkan dan mengembangkan kecerdasan adalah dengan membaca. Yah membaca merupakan kegiatan yang wajib di lakukan. Karena dengan membaca akan dapat mengenal dunia dan menaklukannya. Lebih bagus lagi kalau kemampuan membaca diiringi dengan kemampuan menulis. Meminjam istilah om jay membaca ibarat makanan dan menulis diibaratkan minumannya.
Paling tidak , ungkapan rasa , uangkapan hati yang sering ditulis di status pribadinya, dikembangkan menjadi sebuah tulisan menarik di aplikasi lain seperti di blog. Berawal dari iseng-iseng akhirnya nanti jadi sebuah hobi. Syukur-syukur kalau rezeki berpihak padanya, mendapatkan penghasilan tambahan dari dunia ini. Seperti yang dialami bapak fadilah , salah seorang bloger ternama yang dewi fortuna sering berpihak padanya. Tentu dilalui dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah.





