ORANG YANG BAHAGIA
NUR AISAH
Bahagia adalah impian semua orang, apapun dan siapun kita. Bahagia merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia. Tidak pandang dari status sosial yang rendah. Seringkali orang memandang konsep bahagia dari harta yang melimpah.Atau sering orang mencari kebahagiaan dengan pergi traveling menghabiskan rupiah jutaan. Tapi tetap saja hampa. Seandainya memang benar bahagia diukur dari materi, maka hanya orang yang hartanya melimpah yang paling bahagia, dan mereka yang kurang beruntung dari segi ekonomi tidak berhak menikmati kebahagiaan.
Banyak kasus yang terjadi.Orang yang bergelimang harta justru hatinya gamang, kosong, bingung bahkan ada yang setres.Walaupun materi juga merupakan salah satu unsur yang tidak bisa dipungkiri mendatangkan kebahagiaan.
Intinya, Bahagia bukan terletak dari istana megah. Bahagia bukan terletak pada pangkat yang tinggi. Bahagia bukan terletak pada fasilitas mewah serba lengkap. Dan bahagia bukan terletak pada semua keindahan dunia yang tersedia.
Tapi bahagia ada di hati.Hati yang selalu menerima ketentuan dari Allah. Hati yang selalu bersyukur. Hati yang luas , Dan hati yang selalu ingat kepadaNya. Orang yang demikian ini, walaupun hidup sederhana, tetapi akan selalu diliputi kebahagiaan yang hakiki. Sebagaimana firmanNya Q.S. Ar-Ro’du : 28
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( Q.S. Ar-Ro’du : 28 )
Ahli hikmah memandang bahwa bahagia adalah orang yang suka membahagiakan orang lain yang ada disekelilingnya. Baik melalui pemikirannya, tenaga maupun finansial. Sesuatu yang ada ditangan kemudian diberikan kepada orang lain, sesungguhnya itulah tabungan kita yang sebenarnya. Yang akan mendatagkan kebahagian. Bukan sesuatu yang terus ditumpuk, ada dihati dan tidak pernah dikeluarkan. Maka benar apa yang dikatakan Nabi “ tangan diatas lebih baik dari tangan yang dibawah.”
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencapai kebahagiaan :
- Ingat kepada Allah.
Menghadirkan Allah dalam hati disetiap aktivitas yang kita lakukan akan mendatangkan ketenangan batin. Dan ini pangkal dari kebahagiaan.
- Jangan pelit berbagi
Berbagi apa saja demi kebaikan dan kebahagiaan sesama akan mendatangkan kepuasan batin yang tidak bisa diukur dengan apapun.
- Mencintai diri sendiri.Menerima keadaan diri dengan rasa cinta disertai upaya maksimal dalam mengatasi kekurangan diri,akan mendatangkan kebahagiaan. Sebaliknya mengukur diri sendiri dengan kelebihan orang lain, mengakibatkan tidak akan bersyukur.
- Hindari panjang angan-angan
Angan-angan yang melambung tinggi dan tidak realistis, akan menimbulkan kekecewaan jika angan-angannya tersebut tidak tercapai.
- Tersenyumlah .
Tersenyum menunjukan suasana hati bahagia. Dan menampakan senyum kepada orang lain merupakan akhlak terpuji dan bagian dari anjuran Islam. Karena islam memandang tersenyum merupakan shadaqah.
- Jalin komunikasi dengan keluarga dan orang terdekat.
Tidak ada yang paling bahagia , kecuali apabila keluarga dan orang terdekat ada sambungan hati yang kuat. Sehingga antara yang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan.
- Menata hati untuk menjauhi sifat iri dan dengki.
Jika hati kotor, maka kebahagiaan sulit digapai. Hatinya selalu tidak puas dan tidak senang melihat orang lain bahagia.
- Selalu membuka maaf atas kesalahan orang lain.
Memaafkan kesalahan orang lain, butuh kekuatan dan kebesaran hati.Dan akan mendangkan kepuasan batin karena bisa mengalahkan egonya.





