
Setelah tantangan menulis 28 hari di bulan Februari berakhir, maka berakhir pula saya mengisi atau menabung tulisan di sini, di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Bagaikan kacang lupa akan kulitnya. Begitulah mungkin pepatah yang tepat untuk disandangkan pada saya. Bagaimana tidak, YPTD telah mengantar saya sampai bisa menerbitkan buku solo sebagai hasil dari lomba menulis 28 hari di bulan Februari.
Tapi ingin saya sampaikan melalui tulisan ini bahwa alat rekam tulisan saya yang beralamat di https://terbitin.id/nuraini tidak lagi saya buka, bukan karena mau putus silaturrahmi, bukan tamat belajar di madrasah YPTD, lebih-lebih bukan untuk melupakan YPTD tetapi semata-mata karena ketidakpahaman saya. Dalam pikiran saya, setelah Februari berlalu maka kegiatan menulis di YPTD akan tutup buat seluruh peserta. Termasuk saya, sehingga tak lagi muncul tulisan saya di YPTD.
Memang, sekali waktu saya membuka alamat atau link di YPTD, hanya membuka, sesekali waktu juga membaca tulisan sendiri. Bulan Maret penuh, tak satu pun saya torehkan tulisan di sini. Baru setelah YPTD mengadakan zoom metting, saya menjadi paham. “Silahkan kumpulkan tulisan setiap hari di YPTD, “begitu kalimat pencerahan dari Bapak Haji Thamrin Dahlan waktu itu. Alhamdulillah, saya sangat senang.
Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan telah membantu dan memberikan kesempatan kepada banyak pencinta literasi menerbitkan buku secara gratis. Ini adalah berkah buat para penulis yang kadang merasa kesulitan dalam menerbitkan tulisannya. Menurut Pak Haji Thamrin, buku adalah mutiara tulisan. Bersyukur, mutiara tulisan saya telah hadir menemui saya. Dikirim dan di bawah sentuhan tangan halus semua pihak yang terlibat dalam YPTD.
Dukungan Ibu Sri Sugiastuti yang familiar dengan nama Bunda Kanjeng dan Bapak Wijaya Kusumah yang akrab dipanggil Om Jay dalam mempersiapkan lahirnya mutiara tulisan saya. Cover cantik adalah bantuan dari Bapak Ajinatha.

Bukan lupa kacang pada kulitnya, tetapi karena gagap teknologi membuat saya dalam dua hari ini kotak-katik mencoba masuk ke YPTD, tetapi tetap gagal. Akun tidak dikenal, pasword salah, kunjungi YPTD dan berbagai macam jawaban yang saya baca. Apakah saya berputus asa? Tidak! Saya terus mencoba dalam dua hari ini. Akhirnya bisa masuk. Inilah buktinya saya tidak putus asa dan tidak lupa kacang akan kulitnya.
Bahkan…. Bahkan, menjadi ketagihan menulis di YPTD. Ketagihan juga ikut Zoom Metting. Ada kuis, bisa jawab, dapat hadiah.
Terima kasih YPTD, telah memfasilitasi lahirnya mutiara tulisan kami dengan cepat. Tidak pakai lama, kata anak muda sekarang.
Lombok, 6 Maret 2021






Luar biasa bukunya
Terima kasih Om Jay