Oleh Nuraini Ahwan

Ketika sudah selesai mengikuti pelatihan, bimbingan teknis, workshop dan sejenisnya, apakah yang anda lakukan untuk menindaklanjuti? Apakah menyampaikan sendiri hasilnya kepada teman-teman dalam lingkup kerja anda? Apakah anda membiarkan terhenti pada anda sendiri? Apakah anda mempunyai cara lain untuk menyebarluaskan ilmu yang anda terima?
Berikut salah satu strategi menyebarluaskan ilmu yang sudah diperoleh pada kegiatan pelatihan, diklat, bimbingan teknis, workshop dan sejeninya. Strategi ini sudah dilaksanakan dan berhasil.
Bimbingan teknis atau bimtek misalnya, tidak akan banyak manfaatnya , jika hanya didiamkan atau hanya menjadi konsumsi peserta bimtek saja. Bimtek akan sangat bermanfaat jika seseorang yang sudah mengikuti bimtek mampu menyebarluaskan ilmu yang sudah diperoleh ke banyak orang. Akan menjadi lebih terasah lagi jika hasilnya langsung dipraktekkan dalam pelaksanaan tugas. Ada pepatah mengatakan “Ilmu jika tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah”
Dalam banyak pelatihan, bimtek, workshop dan sejenisnya, panitia mempunyai harapan banyak kepada peserta agar hasilnya dapat bermanfaat setelah selesai dari kegiatan. Peserta mampu menyebarluaskan hasil yang sudah diperoleh kepada orang yang tidak memiliki kesempatan ikut pada kegiatan dimaksud. Seperti harapan yang disampaikan oleh panitia salah satu bimtek yang diikuti penulis. Bimtek yang diikuti saat pandemi ini,”Pemanfaatan Google Formulir dalam Pengumpulan Data Pendidikan dan Pembelajaran Jarak Jauh.”
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai penyelenggara Bimbingan Teknis “Pemanfaatan Google formulir dalam Pengumpulan Data Pendidikan dan Pembelajaran Jarak Jauh” berharap peserta dapat memanfaatkan aplikasi ini dalam pelaksanaan tugasnya dan mampu berbagi ilmunya kepada guru di tempat masing-masing. LPMP NTB membantu satuan pendidikan melalui pengawas, kepala sekolah dan guru memberikan jalan keluar dari sekian kesulitan yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Bertujuan mempermudah pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi corona virus disease 19 (covid 19) ini.
Sebelum kegiatan bimtek berakhir tanggal 27 April 2020, penulis sudah berbagi ilmu atau hasil Bimtek kepada teman-teman guru di sekolah pada setiap akhir sesi. Artinya setiap hari secara bertahap, apa yang diperoleh oleh penulis dalam bimtek secara daring disampaikan langsung kepada rekan kerja di sekolah.
Merasa beruntung dan bersyukur ada 4 orang dari Sekolah Dasar Negeri 1 Dasan Tereng mendapat kesempatan mengikuti kegiatan bimtek ini. Jadi untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut pun penulis tidak mengalami kendala yang berarti. Bekerja secara tim yakni 4 orang berbagi ilmu kepada teman-teman dengan pola yang kami yakini akan mampu menyebarluaskan hasil bimtek dengan cepat
Pola yang penyebaran yang dimaksud dalam menindaklanjuti hasil bimtek ini adalah “Pola Pesan Berantai.”
Mengapa pola ini yang digunakan?
Pandemi covid 19, membatasi kegiatan berkumpul melebihi jumlah yang ditentukan. Dengan pola ini, penulis mengirim video atau materi bimtek setiap selesai vicon atau sesi tanya jawab dengan narasumber kepada guru ditempat penulis bertugas. Penulis ingin guru-guru juga belajar tentang apa yang diperoleh dalam bimtek ini secara bersamaan atau dalam waktu yang tidak berselang lama.
Apakah penulis mengirim video atau materi bimtek dan hasil tanya jawab kepada semua guru? Jawabannya, Tidak!. Penulis memilih beberapa orang guru yang diamati sudah melek teknologi (komputer, lattop, internet) dan punya komitmen.
Penulis mengistilahkan melek teknologi bagi guru yang sudah bisa mengoperasikan lattop, computer atau handphone dengan beberapa aplikasi meskipun sedikit. Guru tersebut juga memiliki semangat untuk berkenalan lebih jauh dengan teknologi. Mempunyai kompetensi dan komitmen dalam menerapkan hasil bimtek.
Ada guru yang melek teknologi, tapi pura-pura merem karena kurang memiliki komitmen dan semangat. Jadi potensi guru yang melek IT, punya semangat, komitmen dan kemauan berbagi yang disentuh pertama meskipun lewat whatsaap grup sekolah. Penulis meminta mereka mempelajari video yang dikirim, selanjutnya penulis mendampingi dan mencoba mempraktekkan sebelum berbagi ke guru yang lain.
Guru melek teknologi, diberikan kepercayaan pada pertemuan akhir pekan, ketika semua guru masuk dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memberikan pendampingan kepada guru lain. Tentunya guru yang tidak mendapat sentuhan atau bimbingan teknis dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan provinsi Nusa Tenggara Barat. Kami yang sudah mengikuti bimtek ikut mendampingi pada kegiatan tersebut.
Alhmadulillah, materi yang kami dapatkan antara lain tentang penyusunan soal dengan memanfaatkan google form telah sampai kepada guru-guru kami. Ini adalah hasil berbagi ilmu yang diperoleh pada bimtek ini. Guru-guru memanfaatkan hasil pendampingan kami untuk ulangan secara online oleh peserta didik yang belajar dari rumah (BDR). Ulangan online dilaksanakan secara serentak untuk seluruh kelas.
Di samping membuat soal dengan memanfaatkan google form, guru-guru juga mengisi pemantauan pembelajaran secara online dengan mengisi instrumen yang dibuat oleh kepala sekolah. Demikian juga peserta didik mengisi monitoring BDR secara online.
Dari tanggapan peserta didik setelah mengerjakan soal yang dibuat guru dengan pemanfaatan google form, mereka menyatakan perasaan senang. Menurut mereka, ulangan secara online seperti mengisi kuis. Mereka bisa melihat langsung nilainya sendiri sehingga membuatnya merasa senang.
Bagaimana tanggapan peserta didik tentang ulangan secara online” Apakah anak-anak senang mengerjakan soal secara online? Jawaban hampir 100% peserta didik menjawab senang. Bahkan dalam whatsaap grup, tidak sedikit peserta didik yang bertanya kapan lagi mengerjakan soal online? Mngerjakan soal secara online lebih asyik daripada diberikan meringkas atau menjawab soal dari buku paket apalagi harus ditulis dengan soalnya.
Penulis melihat semangat guru yang tinggi untuk mempelajari google form ini. Ini salah satu cara mereka membuat belajar dari rumah menjadi menarik. Guru melek IT yang pura-pura merem tadi merasa tertantang juga untuk lebih dekat dengan teknologi. Guru yang sudah bisa tetap mendampingi teman guru yang belum bisa. Tanpa merasa ada yang tinggi atau lebih pintar, pun tidak ada yang merasa direndahkan.
Jika ada satu orang yang bertanya tentang google formulir terutama dalam pembuatan soal online kepada kami berempat, maka kami selalu berpesan ,” Jika nanti sudah paham dan sudah bisa, maka jangan lupa teruskan nanti kepada teman yang lain, ya!” Inilah letak kata kunci “Pola Pesan Berantai” Ilmu atau pengetahuan baru tidak terhenti pada satu orang, melainkan ditularkan atau disebarkan kepada teman yang lainnya.
Demikian seterusnya, sehingga berbagi ke satu orang, maka yang satu orang tadi akan melanjutkan ke teman yang lainnya. Peserta yang terdiri dari Nuraini (Kepala Sekolah), Meike Widia Azmi (Guru). Sabtu Rahman Hariadi (Guru), Firma Zakaria (Operator) tidak mengalami kendala dalam berbagi ilmu hasil bimtek ini.
Kami peserta bimtek belumlah apa apa, tetapi keterbatasan kemampuan kami dalam menyerap materi hanya sedikit dari materi yang banyak disampaikan oleh bapak Musmuliadi selaku narasumber. Meskipun sedikit ilmu yang didapat, kami tidak membiarkan ilmu itu untuk konsumsi kami sendiri. Kami sampaikan kepada rekan kerja. “Sampaikanlah walau satu ayat”
Segenap jajaran SDN 1 Dasan Tereng mengucapkan banyak terimakasih kepada LPMP NTB, yang telah memberikan bimtek ini kepada kami. Bimtek dengan materi yang sangat kami butuhkan saat pandemi covid 19.
Bapak Musmuliadi selaku narasumber dan Ibu Yuyun Sambodo selaku host, jazakumullahu khairan katsyra. Semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin YRA.







